Investasi Asing Mengalir ke Lebak, Korea Selatan Paling Royal Tanam Modal

LEBAK – Kabupaten Lebak mulai menarik perhatian investor mancanegara.

Wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Multatuli ini perlahan menjelma menjadi salah satu destinasi strategis bagi penanaman modal asing di Provinsi Banten.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2025, empat negara telah menggelontorkan dana investasi ke wilayah ini.

Korea Selatan menjadi negara dengan nilai investasi terbesar, yakni mencapai Rp48 miliar, diikuti Malaysia sebesar Rp1 miliar, lalu Tiongkok dengan Rp741 juta, dan Thailand sebesar Rp27 juta.

“Kondisi iklim investasi di Lebak saat ini sangat stabil dan menjanjikan. Ini tercermin dari total realisasi investasi triwulan pertama 2025 yang menembus Rp272 miliar,” ujar Robertus Erwin Haryanto, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Lebak, Jumat (27/6/2025).

Erwin menjelaskan, ada lima sektor utama yang mendominasi aliran investasi di daerah ini, yakni transportasi dan telekomunikasi, perumahan serta kawasan industri, manufaktur, pertambangan, serta perdagangan dan reparasi.

“Sektor transportasi dan pergudangan mencatat nilai tertinggi dengan kontribusi sekitar Rp77 miliar, disusul sektor properti dan kawasan industri sebesar Rp76 miliar, kemudian industri manufaktur sebesar Rp51 miliar, pertambangan Rp31 miliar, dan perdagangan serta reparasi Rp10 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Lebak semakin dipercaya oleh para investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Pemerintah daerah pun optimistis bahwa tren ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan masuknya investasi, kita tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Harapan kami, Lebak bisa berkembang menjadi pusat ekonomi baru di selatan Banten,” tutup Erwin. (*/Sahrul).

Iklim InvestasiIndustriInvestasiInvestasi AsingKabupaten LebakKorea SelatanLebak
Comments (0)
Add Comment