LEBAK – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan kondisi harga bahan pokok di wilayah tersebut masih berada dalam batas wajar.
Pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menghindari gejolak harga yang kerap terjadi saat momen hari besar keagamaan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Mei 2025, harga sembako relatif stabil.
Namun demikian, pihaknya tetap bersiaga mengantisipasi potensi kenaikan harga yang biasanya dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Kurban.
“Biasanya menjelang Idul Adha, ada potensi lonjakan harga karena antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tapi kami sudah siapkan langkah-langkah agar kondisi tetap terkendali,” ujar Yani saat dikonfirmasi, Selasa (20/5/2025)
Menurutnya, beberapa upaya yang telah disiapkan antara lain memastikan ketersediaan stok bahan pangan pokok, menjaga kelancaran distribusi, serta menjamin keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga intensif menjalin koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat kepolisian dan instansi teknis lainnya.
Disperindag juga secara rutin menggelar pemantauan harga di pasar-pasar tradisional dan pusat distribusi untuk menghindari praktik tidak wajar seperti penimbunan bahan pokok atau gangguan pasokan.
“Kami bekerja sama dengan aparat terkait untuk melakukan pengawasan bersama. Jika ditemukan indikasi permainan harga atau kelangkaan pasokan, akan segera diambil langkah korektif,” tegas Yani.
Selain sembako, pengawasan juga menyasar pada distribusi LPG subsidi 3 kg yang rawan diselewengkan menjelang hari besar.
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap dengan upaya preventif ini, masyarakat bisa menyambut Idul Adha dengan tenang dan tanpa beban harga bahan pokok yang melambung tinggi.
Disperindag juga mengajak masyarakat untuk bijak berbelanja dan tetap melaporkan jika ditemukan indikasi penyelewengan distribusi di lapangan. (*/Sahrul).