LEBAK– Kabar baik datang untuk para petani dan pedagang kecil. PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyiapkan layanan baru berupa kereta khusus yang dirancang untuk memudahkan mobilitas hasil bumi dan barang dagangan.
Inovasi ini diharapkan mampu mendorong roda perekonomian masyarakat desa sekaligus memperluas akses distribusi.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kereta khusus tersebut saat ini sedang dalam tahap modifikasi di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Berbeda dengan kereta penumpang biasa, kursi akan dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan, sehingga ruang tengah menjadi lebih lapang untuk menaruh hasil panen, sayuran, hingga kebutuhan dagang lainnya.
“Kereta ini dikembangkan dari kelas bisnis dan ekonomi. Uji statis dan dinamis sudah dilakukan pada pertengahan Agustus 2025,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, (2/9/2025)
Setelah proses uji coba internal, tahap berikutnya adalah pengujian oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Sertifikasi keselamatan menjadi syarat utama sebelum kereta ini resmi beroperasi.
Kereta khusus petani dan pedagang nantinya akan melayani sejumlah daerah operasi (Daop), termasuk Daop 1 Jakarta-Banten dengan Stasiun Rangkasbitung sebagai salah satu lokasi pemberhentian.
Layanan ini sekaligus akan menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 PT KAI pada 28 September 2025.
“Ide ini sudah dibahas sejak Mei 2024. Desainnya memang difokuskan agar lebih mudah diakses masyarakat, dengan ruang angkut yang lebih luas dan ramah bagi petani maupun pedagang,” jelas Anne.
Bagi masyarakat pedesaan, kehadiran kereta khusus ini diperkirakan dapat memangkas biaya distribusi, mempercepat akses pasar, serta membuka peluang dagang lebih besar.
Harapannya, transportasi publik bukan hanya sekadar alat mobilitas, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. (*/Sahrul).