Kemenag Sebut Ribuan Guru di Lebak Belum Bersertifikat

 

LEBAK – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menyebutkan sebanyak 4.099 guru madrasah di daerah itu hingga kini belum mengantongi sertifikat pendidik.

“Kami berharap guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dapat meningkatkan kompetensi untuk mengikuti pelatihan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG),” kata Slamet, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Lebak, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan, Kemenag terus mengupayakan percepatan sertifikasi dengan mendaftarkan guru yang belum bersertifikat ke program PPG agar kapasitas serta profesionalisme tenaga pendidik madrasah dapat meningkat.

Program sertifikasi guru, lanjut dia, bertujuan memastikan standar kompetensi pedagogik dan profesional para pendidik sekaligus berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru.

Slamet menyampaikan bahwa proses penetapan peserta PPG menjadi kewenangan Kemenag Pusat melalui aplikasi Simpatika.

Saat ini, jumlah guru madrasah di Lebak yang telah memiliki sertifikat pendidik mencapai 1.500 orang.

Pada tahun 2025, kata dia, sebanyak 500 guru telah dinyatakan lulus sertifikasi pada gelombang I dan III.

Adapun untuk gelombang IV tahun 2025, tercatat 512 guru masuk dalam daftar calon peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Program PPG.

“Jika jumlah guru yang belum memiliki sertifikat pendidik mencapai 4.099 orang, maka tahun ini dipastikan 2.512 guru telah bersertifikat. Sisanya, 1.587 guru ditargetkan dapat mengikuti PPG pada tahun depan,” tutur Slamet.

Ia menegaskan bahwa guru madrasah—baik PNS maupun non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik tetap layak mengajar.

Hal itu karena sejak 2019 para guru sudah mengampu mata pelajaran yang linear dengan bidang pendidikan masing-masing di perguruan tinggi.

Dengan pembenahan berkelanjutan, Kemenag Lebak menargetkan seluruh guru madrasah di daerah itu telah bersertifikat profesi pada tahun 2026, sehingga diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

Saat ini para guru madrasah di Kabupaten Lebak tersebar di lembaga pendidikan agama yang meliputi 181 RA, 245 MI, 270 MTs, dan 111 MA.

Slamet juga menyampaikan apresiasi atas prestasi salah satu siswa MAN 3 Gunungkencana yang berhasil menyumbangkan piala pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang digelar pada 10 hingga 14 November 2025.

“Kami bangga karena prestasi itu turut mengantarkan Banten meraih juara umum kedua OMI, di bawah Jawa Timur sebagai juara umum pertama. Ini sekaligus membuktikan Banten mampu mengungguli Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” katanya.***

Comments (0)
Add Comment