Kemunduran Pemuda di Lebak, Tantangan Masa Depan yang Perlu Diatasi

 

LEBAK – Generasi muda di Kabupaten Lebak menghadapi tantangan serius yang bisa berdampak pada masa depan daerah.

Para ahli menyoroti adanya tren kemunduran dalam berbagai aspek kehidupan pemuda, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan hingga minimnya partisipasi dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Dr. Rahmat Hidayat, seorang pengamat sosial menyebut bahwa pemuda di Lebak saat ini kurang memiliki kesadaran terhadap peran strategis mereka dalam membangun daerah.

“Kita melihat bahwa partisipasi anak muda dalam berbagai bidang, seperti ekonomi kreatif, politik, dan sosial, masih sangat rendah. Banyak yang lebih memilih menghabiskan waktu untuk hiburan digital tanpa memikirkan pengembangan diri,” kata dia kepada Fakta Banten melalui telepon seluler, pada Senin (17/3/2025).

Sementara itu, Dedi Prasetyo, seorang ahli kebijakan publik, menilai bahwa kurangnya akses terhadap pendidikan berkualitas dan pelatihan keterampilan menjadi salah satu faktor utama di balik kemunduran ini.

“Banyak pemuda yang akhirnya kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak karena mereka tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh industri saat ini,” ujarnya.

Selain itu, fenomena meningkatnya pengangguran di kalangan anak muda juga menjadi sorotan.

Menurut Haryanto, seorang pengamat ekonomi, lemahnya semangat kewirausahaan di kalangan pemuda Lebak turut memperburuk kondisi ini.

“Saat ini, sangat sedikit anak muda yang berani mengambil risiko untuk berwirausaha. Kebanyakan lebih memilih menjadi pekerja, tetapi ironisnya, mereka juga tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk bersaing di pasar kerja,” katanya.

Para ahli sepakat bahwa tren kemunduran ini harus segera diatasi dengan langkah konkret, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun pemuda itu sendiri.

Dr. Rahmat menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung pengembangan anak muda, termasuk program pendidikan vokasi dan akses permodalan bagi wirausaha muda.

“Pemuda Lebak memiliki potensi besar, tapi jika tidak diberikan dukungan yang cukup, kita bisa kehilangan generasi yang seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan,” tambahnya.

Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, pemuda di Lebak masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan berkontribusi dalam membangun daerah.

Namun, jika kondisi ini terus dibiarkan, Lebak berisiko mengalami stagnasi yang bisa berdampak dalam jangka panjang. (*/Sahrul).

LebakPemuda
Comments (0)
Add Comment