Kerbau Lepas dan Mengamuk di Rangkasbitung Lebak, Warga Panik hingga Rumah Rusak

LEBAK– Suasana siang di pusat Kota Rangkasbitung mendadak berubah tegang setelah seekor kerbau yang hendak disembelih lepas dan berlari liar di tengah permukiman warga, Rabu (27/5/2026).

Hewan bertubuh besar itu sempat membuat kepanikan karena berlari di jalan raya hingga masuk ke rumah warga.

Peristiwa tersebut terjadi saat kerbau sedang dipersiapkan untuk proses penyembelihan.

Namun hewan itu tiba-tiba lepas kendali dan melarikan diri ke arah Jalan Sunan Kalijaga sebelum menuju Jalan Raya Ahmad Yani.

Aksi kerbau yang mengamuk membuat pengguna jalan dan warga sekitar panik.

Sejumlah pengendara memilih menepi untuk menghindari serudukan, sementara warga berhamburan menyelamatkan diri.

Kericuhan semakin terjadi ketika kerbau masuk ke salah satu rumah warga di kawasan Kampung Lebak Picung.

Di dalam rumah, sejumlah perabot dilaporkan rusak akibat diterjang hewan tersebut.

Salah seorang warga, Evanda, mengatakan situasi saat itu berlangsung kacau karena warga kesulitan mengendalikan kerbau yang terus bergerak agresif.

“Kerbaunya tiba-tiba masuk ke rumah warga saat dikejar. Orang-orang langsung panik karena takut diseruduk,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, beberapa orang yang berada di dalam rumah bahkan harus dievakuasi melalui jendela untuk menghindari amukan kerbau.

Warga bersama pihak jagal dan masyarakat sekitar kemudian berupaya mengepung hewan tersebut agar tidak kembali lari ke jalan raya.

Proses penangkapan berlangsung cukup lama karena kerbau terus memberontak.

“Kurang lebih sekitar 20 menitan baru bisa diamankan,” katanya.

Dalam kejadian itu, seorang lansia dilaporkan sempat terkena benturan saat berusaha menyelamatkan diri.

Korban mengalami keluhan di bagian pinggang dan langsung mendapat bantuan dari warga sekitar.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas lalu lintas dan membuat warga sekitar ketakutan.

Kejadian kerbau lepas di kawasan permukiman padat penduduk ini juga menjadi perhatian warga agar proses pengamanan hewan kurban maupun penyembelihan dilakukan lebih hati-hati untuk menghindari risiko serupa terulang kembali. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment