LEBAK – Upaya memperkuat kemandirian pangan di tengah dinamika global terus digencarkan oleh kalangan pemuda di Kabupaten Lebak.
Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak mulai mematangkan langkah strategis dengan mendorong lahirnya program pertanian berbasis generasi milenial pada tahun 2026.
Ketua KNPI Lebak, Cucu Komarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat menyiapkan konsep pertanian produktif yang melibatkan pemuda di seluruh kecamatan.
Fokus utama program ini adalah pengembangan komoditas jagung sebagai salah satu sektor potensial.
“Setiap kecamatan kita dorong memiliki lahan pertanian jagung minimal lima hektare. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan nyata pemuda untuk kemandirian ekonomi,” ujarnya kepada Fakta Banten, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, langkah tersebut juga merupakan respon atas situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik internasional yang berpengaruh terhadap sektor pangan dan ekonomi.
Ia menilai, sektor pertanian menjadi salah satu solusi strategis yang bisa diperkuat dari tingkat daerah.
“Dalam kondisi dunia yang tidak stabil, pertanian adalah alternatif paling rasional. Kita tidak bisa hanya bergantung pada sektor lain, pemuda harus hadir dan mengambil peran,” tambahnya.
Program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian modern yang melibatkan teknologi, manajemen yang lebih tertata, serta kolaborasi lintas sektor.
KNPI Lebak optimistis, jika dikelola secara serius, sektor pertanian mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, gerakan pertanian milenial ini diharapkan mampu mengubah pola pikir generasi muda terhadap dunia pertanian, dari yang sebelumnya dianggap kurang menarik menjadi sektor yang menjanjikan dan berkelanjutan.
Dengan langkah awal yang terukur, KNPI Lebak menargetkan program ini bisa mulai berjalan secara bertahap di seluruh wilayah pada tahun 2026, sekaligus menjadi contoh gerakan pemuda berbasis ekonomi produktif di daerah. (*/Sahrul).