LEBAK – Kebijakan sistem parkir elektronik (e-parkir) di Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, menuai sorotan tajam dari Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) tidak gegabah dalam menerapkan program yang justru bisa menyulitkan masyarakat kecil demi mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Hasbi menegaskan bahwa Pemkab Lebak berkomitmen mengoptimalkan PAD, namun bukan berarti harus mengorbankan kesejahteraan masyarakat bawah, apalagi pedagang kecil di pasar-pasar tradisional.
“Kita butuh PAD, itu jelas. Tapi bukan dengan cara menekan masyarakat kecil yang hidup dari penghasilan harian,” ujar Hasbi, Sabtu (14/6/2025).
Pernyataan ini merespons keluhan para pedagang Pasar Sampay yang mengaku omzet mereka turun sejak penerapan sistem e-parkir otomatis.
Hasbi menyayangkan keputusan penerapan program tersebut yang dinilainya tidak melalui proses kajian yang matang dan partisipatif.
“Palang otomatis itu dipasang tanggal 14 Februari, hanya beberapa hari sebelum saya dilantik. Harusnya ditunda dulu agar bisa dibahas bersama kepala daerah definitif,” tegas Hasbi.
Menurutnya, kebijakan e-parkir di pasar tradisional seperti Pasar Sampay yang masih dalam tahap pengembangan seharusnya dibarengi peningkatan infrastruktur, bukan sekadar menambah beban tarif parkir bagi masyarakat.
“Kalau pun mau diterapkan, ya siapkan dulu jalannya diaspal (hotmix), lampu-lampu dipasang, kios-kios diperbaiki. Jadi ada nilai tambah bagi pedagang dan pengunjung,” katanya.
Hasbi juga menyoroti lemahnya isi kontrak kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan pihak ketiga pengelola parkir.
Ia menyarankan agar ke depan setiap kerja sama bisnis harus mengedepankan kepentingan masyarakat luas, bukan hanya PAD semata.
Bupati Hasbi mengingatkan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Lebak untuk tidak mencari celah peningkatan PAD yang justru menciptakan beban sosial.
Ia berharap ke depan setiap kebijakan berbasis data, berpihak pada rakyat, dan tidak lepas dari prinsip keadilan sosial. (*/Sahrul).