Lambat Bagikan Uang Tabungan, Ratusan Siswa SDN 1 Parungkujang Lebak Mogok Belajar

 

LEBAK – Ratusan siswa SDN 1 Parungkujang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, mogok belajar sebagai bentuk protes terhadap keterlambatan pembagian uang tabungan mereka.

Aksi mogok ini dilakukan karena para wali murid kecewa dengan pihak sekolah yang tidak menyerahkan uang tabungan siswa tepat waktu. Mereka juga menuntut agar kepala sekolah, Ibu H, dicopot dari jabatannya.

Ketua Komite SDN 1 Parungkujang, Jamri, membenarkan bahwa aksi mogok ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan total sekitar 121 siswa.

“Betul, para siswa mogok belajar. Dari kelas 1 sampai kelas 6, tidak ada yang masuk,” kata Jamri, Rabu (24/7/2024).

Jamri menjelaskan bahwa latar belakang aksi mogok ini adalah kekecewaan para wali murid karena kepala sekolah tidak diganti meskipun sudah ada permintaan resmi kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak.

“Seminggu yang lalu, wali murid membuat pernyataan meminta Dindik Lebak mengganti Ibu H selaku kepala sekolah,” ujarnya.

“Namun, karena hingga hari ini belum diganti, wali murid kecewa dan melakukan aksi ini,” terangnya.

Jamri menambahkan, desakan wali murid agar mengganti Ibu H bermula dari masalah uang tabungan siswa sebesar Rp 80 juta yang tidak diserahkan tepat waktu.

“Janjinya akan diserahkan H-2 kenaikan kelas, tetapi pada hari itu tidak ada kabar dan baru diserahkan setelah hari ketujuh kenaikan kelas,” ungkapnya.

“Jelas wali murid marah dan kecewa karena sebelum kenaikan kelas mereka membutuhkan uang untuk membeli keperluan sekolah,” pungkasnya.

Ketua PGRI Wanasalam, Syahrosi, menyebut bahwa desakan wali murid sudah masuk ke Dindik Lebak dan sedang diproses.

“Pada hari pertama masuk sekolah, usulan itu sudah disampaikan ke bagian kepegawaian dinas dan sedang diproses. Kami sudah menyampaikan bahwa usulan itu sedang ditangani oleh dinas,” terangnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pendidikan SD Dindik Kabupaten Lebak, Hadi Mulya, mengaku pihaknya sudah memanggil Ibu H untuk dimintai keterangan.

“Sebenarnya persoalan tabungannya sudah beres. Entah kenapa ini akhirnya ramai lagi. Jadi terkait hal itu, sedang kita dalami,” ucapnya.

“Kami sudah bergerak dan berdiskusi, KBM akan berjalan kembali besok. Jangan sampai anak yang dirugikan,” tutup Hadi.(*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment