LEBAK– Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda perairan Selatan Kabupaten Lebak dalam beberapa pekan terakhir memaksa ribuan nelayan memilih bertahan di darat.
Kondisi cuaca ekstrem dinilai terlalu berisiko untuk aktivitas melaut, terutama bagi nelayan tradisional.
Berdasarkan informasi, akibat cuaca buruk ini, aktivitas nelayan di sepanjang garis pantai selatan Lebak mengalami penurunan signifikan.
Dari sekitar 3.700 nelayan yang tersebar di wilayah Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk hingga Sawarna, hanya sebagian kecil yang masih berani turun ke laut.
Amran, nelayan asal Kecamatan Bayah, mengungkapkan bahwa situasi laut saat ini jauh dari kata aman.
Selain menerima imbauan dari organisasi nelayan, mereka juga melihat langsung perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi.
“Sudah hampir sebulan laut tidak bersahabat. Angin kencang, ombak besar, sangat membahayakan. Kami diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri,” kata Amran kepada Fakta Banten, Senin (2/2/2026).
Ia menyebutkan, ketinggian gelombang di beberapa titik perairan selatan Lebak diperkirakan mencapai 3,6 – 4 meter, disertai arus laut yang kuat.
Kondisi tersebut tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga membuat hasil tangkapan ikan menurun drastis.
“Kalaupun nekat melaut, hasilnya tidak sebanding dengan biaya. Solar habis, tenaga terkuras, tapi ikan hampir tidak ada,” ujarnya.
Sebagian besar nelayan memilih menambatkan perahu dan menunggu kondisi kembali normal.
Bagi mereka, keselamatan menjadi prioritas utama dibandingkan memaksakan mencari nafkah di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Para nelayan berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta pihak terkait, baik melalui informasi cuaca yang lebih intensif maupun langkah-langkah antisipatif untuk membantu nelayan bertahan selama masa sulit ini.
Cuaca ekstrem yang melanda pesisir selatan Lebak menjadi pengingat bahwa sektor kelautan sangat bergantung pada kondisi alam, sehingga kewaspadaan dan keselamatan harus selalu dikedepankan. (*/Sahrul).