Lebak Tampil Menggigit di Kejuaraan Nasional Pencak Silat, Koleksi 12 Emas dan 5 Perunggu

 

LEBAK– Nama Kabupaten Lebak kembali mencuat di kancah olahraga nasional. Dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 1-3 Agustus 2025, tim pencak silat Lebak menunjukkan performa luar biasa dengan memborong 12 medali emas dan 5 medali perunggu.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 1.400 peserta dari berbagai perguruan, klub, dan daerah di sejumlah provinsi. Ajang ini terbuka untuk kategori usia dini, pra-remaja, hingga remaja.

Persaingan pun berlangsung sengit dengan kehadiran atlet-atlet muda terbaik dari seluruh Indonesia.

Namun kontingen Lebak tak gentar. Berbekal latihan intensif dan semangat juang tinggi, para atlet mampu tampil mengesankan dan menyumbangkan puluhan medali untuk daerah asalnya.

Capaian 17 medali ini menjadi buah dari konsistensi pembinaan jangka panjang oleh para pelatih yang berdedikasi tinggi, yakni Nurhasan Sadikin, S.Pd, Yeni Yuliati, M.Pd, dan Firdaus Dermawan, S.Pd.

Mereka telah mempersiapkan para atlet sejak awal tahun dengan metode latihan yang terukur, baik dari segi teknik, fisik, maupun mental bertanding.

“Kami tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga membangun mental juara. Para atlet diberi pemahaman bahwa setiap pertandingan adalah panggung untuk membuktikan diri,” ujar Nurhasan Sadikin.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 yang akan dilaksanakan di Cilegon.

Para pelatih berharap prestasi ini menjadi batu loncatan untuk penampilan yang lebih matang dan konsisten di ajang selanjutnya.

“Hasil ini kami jadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas tim. Target berikutnya adalah tampil lebih solid di Popda 2026,” tambah Yeni Yuliati, yang membina atlet-atlet putri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lebak, Nevi Pahlevi, turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi para atlet muda ini.

“Kami sangat bangga dengan capaian luar biasa ini. Ini bukan hanya kemenangan di atas arena, tapi juga kemenangan semangat, dedikasi, dan pembinaan. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan potensi pemuda, terutama di bidang olahraga tradisional seperti pencak silat yang menjadi warisan budaya bangsa,” ujar Nevi.

Nevi juga menegaskan bahwa hasil ini menjadi sinyal positif dalam menatap Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 di Cilegon.

“Kami yakin dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan yang maksimal, para atlet muda Lebak akan semakin bersinar di level provinsi, bahkan nasional. Dispora Lebak siap memfasilitasi,” terangnya.

“Berprestasi adalah hal yang paling istimewa sebagai anak bangsa; dan setiap prestasi adalah awal menuju prestasi-prestasi selanjutnya. Jangan berhenti di sini. Masa Depan yang RUHAY menanti dirimu,” tambahnya.

Medali emas disumbangkan oleh para pendekar muda dari berbagai kelas dan nomor, di antaranya:

1. Alif (kelas A putra)
2. Muaz (kelas B putra)
3. Rkhan (kelas C putra)
4. Ahreza (kelas D putra)
5. Aqso (kelas E putra)
6. Anzar (kelas G putra)
7. Kekei (kelas C putri)
8.Pipih (kelas E putri)
9. Dinda (kelas F putri)
10. Adelia (kelas H putri)
11. Firjatullah (seni tunggal putra)
12. Firjatullah, Galant, M. Difa (seni beregu putra)

Sementara perunggu berhasil dikoleksi oleh:

1. Qila (seni tunggal putri)
2. Aspupah (kelas B putri)
3. Nuri (kelas C putri)
4. Zalda (kelas A putri)
5. Aira (kelas E putri)

Keikutsertaan Lebak dalam ajang ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya bangsa.

Di tengah kemajuan zaman, pencak silat tetap menjadi identitas lokal yang dibanggakan dan terus diwariskan kepada generasi muda.

Firdaus Dermawan menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi antara sekolah, perguruan, pelatih, dan dukungan orang tua.

“Kami bekerja sebagai tim. Tidak ada yang bisa diraih sendiri. Prestasi ini adalah milik bersama, milik Lebak,” tegasnya. (*/Sahrul).

LebakPencak Silat
Comments (0)
Add Comment