LEBAK– Pergerakan penduduk di Kabupaten Lebak sepanjang awal 2026 menunjukkan angka yang cukup tinggi. Ribuan warga tercatat mengajukan perpindahan administrasi kependudukan ke luar daerah, dengan Jakarta masih menjadi tujuan paling dominan.
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak mencatat, sejak Januari hingga April 2026 terdapat 12.536 warga yang mengurus surat pindah domisili.
Lonjakan terbesar terjadi pada April 2026 atau setelah momentum Idul Fitri. Pada bulan tersebut, jumlah pengajuan perpindahan penduduk mencapai lebih dari 4 ribu orang.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Lebak, Ahmad Najiyullah, mengatakan momen pasca-Lebaran memang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan, termasuk perpindahan alamat tinggal.
“Biasanya setelah Lebaran angka perpindahan meningkat. April menjadi yang tertinggi dengan lebih dari 4.000 pengajuan pindah,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar warga memilih berpindah ke wilayah perkotaan karena faktor pekerjaan dan kebutuhan ekonomi keluarga.
Selain Jakarta, sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Bogor dan Sukabumi juga menjadi tujuan perpindahan masyarakat Lebak.
“Mayoritas karena pekerjaan atau ikut keluarga yang sudah lebih dulu tinggal di luar daerah,” katanya.
Meski arus keluar cukup tinggi, perpindahan penduduk masuk ke Kabupaten Lebak juga mengalami peningkatan.
Selama empat bulan pertama 2026, sebanyak 11.026 warga dari luar daerah tercatat pindah dan menetap di wilayah Lebak.
Fenomena tersebut dinilai berkaitan dengan semakin mudahnya akses transportasi menuju Lebak dalam beberapa tahun terakhir.
Kehadiran jalan tol dan layanan commuter line membuat sejumlah kawasan di Lebak mulai diminati sebagai lokasi tempat tinggal baru.
Wilayah Maja dan sekitarnya disebut menjadi salah satu daerah yang paling banyak menarik pendatang, terutama dari Jakarta dan Tangerang.
“Akses sekarang jauh lebih mudah. Ada tol dan KRL, sehingga banyak masyarakat luar daerah mulai memilih tinggal di Lebak,” jelasnya.
Selain faktor aksesibilitas, biaya tempat tinggal yang relatif lebih terjangkau dibanding wilayah penyangga ibu kota juga disebut menjadi alasan perpindahan warga ke Kabupaten Lebak.
Peningkatan mobilitas penduduk ini dinilai menjadi gambaran perubahan pola hunian masyarakat, terutama di daerah yang mulai terkoneksi dengan pusat ekonomi dan transportasi regional. (*/Sahrul).