LEBAK – Masyarakat Kabupaten Lebak semakin berani menyampaikan harapan agar pemerintah daerah hadir secara nyata dalam membangun ekonomi mandiri, bukan hanya sekadar memberikan bantuan sembako atau uang ratusan ribu yang sifatnya sementara.
Mereka menuntut program yang lebih berkelanjutan agar kesejahteraan benar-benar meningkat.
Dalam berbagai kesempatan, warga menyampaikan bahwa bantuan sosial yang selama ini diberikan memang membantu dalam jangka pendek.
Namun, tanpa program pemberdayaan yang konkret, kondisi ekonomi mereka tidak akan berubah signifikan.
Mereka berharap adanya langkah strategis dari Pemkab Lebak untuk menciptakan peluang usaha dan pekerjaan yang lebih stabil bagi masyarakat.
Salah satu warga, Siti Rohmah (40), pedagang kecil di Pasar Rangkasbitung, mengungkapkan bahwa bantuan sosial yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.
“Kami tidak hanya butuh sembako, tapi juga peluang usaha. Kalau ada pelatihan, bantuan modal usaha, atau akses pasar yang lebih luas, kami bisa bertahan dan bahkan berkembang,” kata dia kepada Fakta Banten, Minggu (9/2/2025).
Tidak hanya disitu, para petani dan nelayan juga menginginkan adanya dukungan dari pemerintah yang lebih dari sekadar bantuan konsumtif.
Mereka membutuhkan akses ke pupuk bersubsidi, peralatan modern, serta pelatihan untuk meningkatkan produktivitas.
“Kalau hanya dikasih uang Rp200 ribu atau Rp300 ribu, itu habis dalam beberapa hari. Tapi kalau ada bantuan alat pertanian atau bibit unggul, kami bisa panen lebih banyak dan penghasilan meningkat,” kata Dedi, seorang petani di Kecamatan Malingping.
Para tokoh masyarakat juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan keterampilan sebagai langkah menuju ekonomi mandiri.
Program pelatihan digital marketing, kewirausahaan, serta keahlian teknis seperti menjahit, bengkel, atau kuliner diharapkan dapat diberikan secara luas.
“Anak-anak muda di Lebak banyak yang ingin punya usaha sendiri, tapi kurang bimbingan. Kalau ada pelatihan dan pendampingan bisnis, pasti lebih banyak yang sukses,” kata Arman, seorang aktivis pemuda setempat.
Selain itu, mereka juga meminta agar pemerintah mempermudah akses permodalan bagi UMKM dan pelaku usaha kecil agar mereka bisa berkembang tanpa harus terjerat pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Melihat berbagai tuntutan dari masyarakat, Pemkab Lebak diharapkan dapat merancang kebijakan ekonomi yang lebih efektif dan berorientasi pada kemandirian.
Program yang berbasis pemberdayaan ekonomi dan akses ke sumber daya harus menjadi prioritas agar warga tidak selalu bergantung pada bantuan.
“Jangan hanya program sementara yang akhirnya tidak berdampak. Kami ingin solusi nyata yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat Lebak ke tingkat yang lebih baik,” tegas seorang warga Kecamatan Cibadak, Pian.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak, harapan masyarakat untuk hidup lebih mandiri secara ekonomi bukanlah hal yang mustahil.
Kini, yang ditunggu adalah langkah konkret dari Pemkab Lebak dalam mewujudkan perubahan tersebut. (*/Sahrul).