LEBAK – Nama Moch. Nabil Jayabaya, yang dikenal sebagai Tim Pemenangan Hasbi – Amir, diduga dicatut oleh pelaku penipuan yang mengaku membawa perintah langsung dari Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.
Dalam beberapa hari terakhir, beredar pesan WhatsApp dari oknum tak dikenal yang menggunakan nama dan foto Nabil untuk mengelabui korban.
Pesan tersebut dikirim secara acak kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum, dengan dalih membawa instruksi penting dari bupati.
Menanggapi hal ini, Nabil Jayabaya dengan tegas membantah keterlibatannya dalam aksi tersebut dan meminta masyarakat waspada.
“Saya pastikan itu penipuan! Nomor yang digunakan bukan milik saya, dan foto profil yang dipakai bisa saja diambil dari internet atau media sosial,” tegas Nabil saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).
Nabil menambahkan bahwa setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak, dirinya kini lebih fokus pada tugasnya sebagai Bendahara Umum Gapensi, dan tidak memiliki urusan terkait penyampaian pesan bupati kepada masyarakat melalui nomor WhatsApp pribadi.
“Saya tidak pernah menghubungi siapapun untuk membawa pesan dari bupati. Jadi, kalau ada yang mengatasnamakan saya, tolong diabaikan dan segera dilaporkan,” lanjutnya.
Kasus pencatutan nama tokoh untuk menipu masyarakat bukanlah hal baru, namun modus seperti ini semakin canggih dan sulit dideteksi.
Pelaku kerap memanfaatkan momen politik atau jabatan seseorang untuk membuat aksinya lebih meyakinkan.
Nabil pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pesan dari nomor tak dikenal, terutama yang meminta sesuatu atas nama pejabat atau tokoh masyarakat.
“Jangan mudah percaya dengan permintaan bantuan, iming-iming hadiah, atau pesan yang mengatasnamakan pejabat tanpa verifikasi langsung,” imbaunya.
Lebih lanjut, Nabil Jayabaya meminta masyarakat yang merasa menjadi korban atau menerima pesan mencurigakan untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian atau dinas terkait agar bisa ditindaklanjuti.
“Kalau ada yang sudah terlanjur tertipu atau mendapat pesan serupa, silakan lapor ke polisi supaya pelaku bisa segera ditelusuri,” pungkasnya.
Kasus pencatutan nama ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu kritis dan berhati-hati dalam berkomunikasi di dunia digital, serta memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan. (*/Sahrul).