LEBAK– Detik-detik pergantian menuju 1 Ramadan 2026 menjadi momen yang dinanti umat Muslim di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lebak.
Malam pertama Ramadan bukan hanya tentang Salat Tarawih, tetapi juga tentang niat puasa yang dilafalkan dengan penuh kesadaran sebagai awal ibadah sebulan penuh.
Di sejumlah lingkungan masyarakat, tradisi membaca niat puasa dilakukan setelah Salat Isya atau sebelum tidur.
Sebagian warga juga mengulanginya saat santap sahur sebagai bentuk kehati-hatian dan keyakinan dalam menjalankan rukun Islam keempat tersebut.
Secara umum, niat puasa Ramadan dibaca dalam hati. Namun banyak yang melafalkannya untuk membantu menghadirkan kekhusyukan. Berikut bacaan niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghadin’ an adai fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’alla
Artinya:
“Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Tokoh masyarakat setempat, Aan mengingatkan bahwa yang terpenting dalam niat adalah kesungguhan hati, bukan semata-mata lafaznya.
Niat dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar, sebagai penanda kesiapan menjalankan puasa sejak terbit hingga terbenam matahari.
Ramadan 2026 juga menjadi momentum refleksi diri. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Muslim diajak menjaga lisan, sikap, dan perbuatan.
Malam pertama sering dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, memohon kelancaran ibadah selama satu bulan ke depan.
Di tengah dinamika kehidupan yang serba cepat, niat puasa menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perjalanan spiritual yang dimulai dari kesadaran dalam hati.
Dari satu niat di malam hari, lahir komitmen untuk menata diri menjadi lebih baik hingga akhir Ramadan nanti. (*/Sahrul).