LEBAK– Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemuda Banten Bersatu (LSM GPBB) akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Multatuli Kabupaten Lebak, pada hari Kamis, 8 April 2021 mendatang.
Salah satu tuntutannya, mereka mendesak Direktur Utama PDAM Tirta Multatuli Lebak untuk bertanggung jawab soal macetnya kembali pendistribusian air pada sejumlah pelanggan.
“Kami sudah mempersiapkan surat aksi resmi dan akan langsung kami layangkan pada pihak Kepolisian Resort Lebak. Dan kami mendesak serta menuntut Dirut PDAM agar bertanggung soal pendistribusian air pada pelanggannya jangan sampai permasalahan klasik seperti ini ini dibiarkan terus terulang,” kata Ketua Umum GPBB Ifan Febrianto kepada Fakta Banten, Selasa, (6/4/2021).
Kata Ifan, Direktur PDAM Tirta Multatuli jangan menjadi pengecut atau lari dari persoalan-persoalan yang ada saat ini. Karena, dirinya mengaku telah mendengar isu bahwa Dirut PDAM telah mengundurkan diri sebelum masa jabatannya selesai.
“Kenapa Direktur terburu- buru dan ingin pergi dari PDAM, bahkan meninggalkan banyak persoalan. Lebih mirisnya, kami menerima banyak keluhan dari warga, bahwa air sudah 10 hari tidak mengalir. Kan ini aneh, kenapa terkesan lari dari tanggung jawab dan persoalan yang ada,” tegasnya.
Menurut Ifan, persoalan air yang sering tidak mengalir ini jelas merugikan masyarakat Lebak itu sendiri terkhusus pelanggan tetap, jangan sampai ini disepelekan begitu saja. Karena, selain air adalah bagian dari kebutuhan pokok berkehidupan, pelanggan PDAM itu tidak gratis pula.
“Mereka tentu bayar dan gak gratis. Ini harus dihitung, berapa jumlah anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pelanggannya, berapa yang masuk ke Daerah. Dan kami juga harus tahu apa yang menjadi kendala, sehingga dari tahun ke tahun air sering tak mengalir dan menjadi persoalan klasik yang tidak terpecahkan sampai saat sekarang ini,” tegasnya.
Ia juga mengaku akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. Selain untuk membuka informasi kepada publik terkait kendala atau masalahnya, itu juga agar kedepan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut berjalan dengan baik dan sehat secara pengelolaannya.
“Dengan adanya pengawalan ketat dari kontrol sosial, semoga ke depan PDAM Tirta Multatuli dapat berjalan dengan baik. Air tidak lagi mati-matian dan keruh. Untuk itu saya mengajak semua elemen, baik itu lembaga atau kontrol sosial yang lainnya untuk aktif bersama- sama melakukan kontrol soal kebutuhan pokok ini,” tuntasnya. (*/Eza).