LEBAK– Harapan masyarakat Lebak bagian selatan untuk memiliki kabupaten sendiri semakin terang.
Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor FKC) terus mengintensifkan langkah strategis demi mempercepat lahirnya Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan.
Hal ini ditandai dengan audiensi resmi yang dilakukan Bakor FKC bersama Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, di Pendopo Kabupaten pada Rabu (30/7/2025).
Dalam audiensi tersebut, Ketua Bakor FKC, Herry Djuhaeri, memaparkan perkembangan terkini perjuangan pembentukan DOB Cilangkahan.
Ia menegaskan bahwa seluruh dokumen administratif dan akademik telah disiapkan secara komprehensif mulai dari kajian historis, peta wilayah, hingga analisis potensi daerah.
“Bakor FKC hadir tidak sekadar membawa wacana, tapi kerja nyata. Semua syarat administratif sudah kami siapkan demi mempercepat proses pengajuan ke pemerintah pusat,”tegas Herry dalam keterangan yang diterima Fakta Banten, Jumat (1/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama pemekaran adalah menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan cepat, serta membuka peluang pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah selatan Lebak yang selama ini dinilai masih tertinggal.
Menanggapi paparan Bakor FKC, Bupati Lebak memberikan sinyal positif. Ia menilai perjuangan pemekaran Cilangkahan sebagai langkah konstruktif dan strategis untuk mewujudkan keadilan pembangunan di Banten selatan.
“Kami di Pemerintah Kabupaten Lebak sangat memahami aspirasi masyarakat selatan. Maka dari itu, kami siap mendampingi Bakor FKC secara administratif dan kedinasan dalam setiap tahap proses menuju pemekaran,” ungkap Bupati Hasbi.
Ia juga menyebut bahwa proposal DOB Cilangkahan sudah cukup matang untuk dilanjutkan ke tahap konsultasi nasional bersama kementerian terkait.
Dalam audiensi tersebut, turut mendampingi Bupati, antara lain Wakil Bupati Lebak, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala Bapperida Lebak.
Kehadiran jajaran pejabat ini memperkuat sinyal dukungan Pemkab terhadap aspirasi pemekaran tersebut.
Langkah serius dan sistematis yang ditempuh Bakor FKC menjadi gambaran perjuangan masyarakat yang terorganisir dan visioner.
Tak hanya mengandalkan wacana, Bakor FKC bergerak dengan data, kajian, dan pendekatan dialogis yang terbuka terhadap seluruh pihak.
Dengan semakin kuatnya dukungan pemerintah daerah, publik kini menantikan bagaimana aspirasi ini direspons oleh pemerintah pusat. (*/Sahrul).