Pergerakan Tanah di Cilograng Lebak Rusak 9 Rumah, Warga Terpaksa Mengungsi

 

LEBAK– Warga Kampung Daroyon, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, kembali dihantui bencana alam.

Sedikitnya sembilan rumah mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah yang telah berlangsung sejak akhir 2024 dan masih terus terjadi hingga awal Agustus 2025.

Bencana tersebut tidak hanya meluluhlantakkan tempat tinggal, tetapi juga merusak infrastruktur vital, termasuk jalan utama desa.

Akses transportasi pun menjadi terbatas, mempersulit aktivitas warga yang sebagian besar bergantung pada jalur tersebut.

Kepala Desa Girimukti, Acep Deden Hidayat, menyampaikan rasa prihatin mendalam terhadap warganya yang kini kehilangan tempat tinggal.

Ia menyebut, sebagian besar korban terpaksa berpindah-pindah dan menumpang di rumah kerabat.

“Warga sudah tidak bisa kembali ke rumahnya. Saat ini mereka benar-benar bergantung pada bantuan keluarga,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/8/2025).

Acep mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak dan pihak terkait segera memberikan solusi nyata, seperti pembangunan hunian sementara atau relokasi.

Ia mengungkapkan, hingga kini bantuan yang diterima warga baru datang dari Baznas Lebak dan BPBD Lebak.

“Kami siap bekerja sama, termasuk menyediakan lahan untuk hunian darurat jika diperlukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, menjelaskan bahwa timnya sudah diterjunkan untuk melakukan asesmen di lokasi.

Menurutnya, wilayah tersebut memang rawan pergerakan tanah.

“Fokus kami saat ini adalah memetakan risiko dan kebutuhan warga. Hasil asesmen lengkap akan kami umumkan setelah seluruh proses selesai,” ungkap Febby.

BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar titik rawan agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih cukup tinggi. (*/Sahrul).

CilograngDesa GirimuktiLebakPergerakan tanah
Comments (0)
Add Comment