Petani di Lebak Diduga Diteror, Netizen Seret Nama Presiden Prabowo hingga Wapres Gibran

 

 

LEBAK– Gelombang kecaman publik terhadap dugaan intimidasi petani di Kabupaten Lebak, Banten, terus bergulir.

Tak hanya menyoroti Gubernur Banten Andra Soni, warganet kini menyeret nama-nama besar nasional seperti Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam seruan keadilan di media sosial.

Dugaan aksi kekerasan terhadap petani di Kampung Pasir Kaweni, Kecamatan Cikulur, yang viral lewat unggahan akun @fakta.banten di Instagram, memantik komentar tajam dari netizen.

Banyak yang menilai dugaan tindakan perusakan gubuk dan pengancaman dengan senjata tajam merupakan bentuk ketidakadilan akut terhadap rakyat kecil.

Nasib Orang Miskin, Mau Hidup Saja Disusahin

Akun @mukti_2800 secara terbuka menandai akun Presiden RI dan tokoh publik lainnya dalam komentarnya:

“@prabowo @presidenrepublikindonesia @bareskrim.polri @gerindra @ahmadsahroni88

KASIHAN YA PAK NASIB PETANI ORANG MISKIN, BUAT HIDUP AJA DISUSAHIN, PADAHAL GA MALING.”

Komentar ini disambut empati publik yang ramai-ramai mengangkat isu tersebut agar mendapat perhatian nasional. Akun @bayuaprinugrahaa menulis:

“Bagus, viralin aja biar yang di atas kena juga. Soalnya banyak isu pembelian lahan paksa katanya di tahun-tahun kemarin.”

Netizen lain, @rohidayat98, mengaitkan situasi ini dengan program prioritas nasional.

“Padahal lahan tak produktif seperti itu sekarang sudah mulai digalakkan KLHK untuk perhutanan sosial lestari. Termasuk PSN loh, karena itu implementasi Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran poin dua.”

Dari Lahan Tidur Jadi Konflik Berdarah

Sumber lapangan menyebutkan, lahan yang digarap oleh petani merupakan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Cibiuk yang masa izinnya telah habis sejak 1971.

Namun upaya petani untuk mengolah lahan justru dibalas dengan dugaan tindakan intimidatif dari kelompok tak dikenal yang bersenjata tajam.

Kejadian ini menjadi perhatian banyak pihak karena menyangkut keselamatan petani dan kejelasan hak atas tanah.

Apalagi, Indonesia sedang mendorong percepatan reforma agraria melalui program perhutanan sosial, yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional.

Desakan Turun Tangan, dari Banten hingga Istana

Tak hanya menyebut tokoh nasional, netizen juga menyerukan agar Gubernur Banten Andra Soni segera mengambil sikap. Komentar @shifabanon dalam unggahan tersebut berbunyi:

“Turun pak ke sini. Jangan tutup mata, tutup telinga, bahkan sampai tega tutup hati.”

Desakan ini menegaskan bahwa publik tidak lagi menoleransi pembiaran terhadap dugaan kasus kekerasan agraria, terlebih jika menimpa rakyat kecil yang sekadar ingin hidup layak.

Saat Suara Rakyat Tak Lagi Bisa Diredam

Peristiwa di Lebak menjadi dugaan potret buram penegakan keadilan agraria di Indonesia.

Di tengah janji besar soal ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat desa, dugaan kekerasan terhadap petani justru kembali terjadi.

Kini, masyarakat menanti: apakah para pemimpin benar-benar turun tangan, atau hanya menatap dari kejauhan. (*/Sahrul).

CikulurIntimidasiLebakPetani
Comments (0)
Add Comment