LEBAK – Penyelidikan dugaan kasus pelecehan yang mengguncang lingkungan SMP di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, memasuki babak baru.
Aparat penegak hukum mulai memeriksa sejumlah saksi untuk menggali fakta-fakta yang tersembunyi di balik kasus ini.
Setelah sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, proses hukum terkait dugaan pelecehan di salah satu sekolah menengah pertama di Maja kini mulai menunjukkan perkembangan.
Dua warga yang diketahui mengetahui peristiwa tersebut telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Menurut salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, pemanggilan saksi dilakukan guna mengklarifikasi kronologi serta memperkuat bukti awal yang telah dikumpulkan oleh penyidik.
“Ya, sudah ada dua orang yang dimintai keterangan. Polisi menggali informasi terkait kejadian itu. Harapannya, semua bisa terang dan jelas,” ujar warga kepada Fakta Banten, Rabu (14/5/2025).
Meski identitas pelapor maupun terlapor belum diungkap ke publik, masyarakat sekitar berharap agar proses hukum berjalan transparan dan tanpa intervensi.
Warga lainnya berharap pihak sekolah serta instansi terkait bisa memberi jaminan kenyamanan dan keamanan bagi pelajar di sekolah tersebut.
“Yang penting jangan ada yang ditutup-tutupi. Ini menyangkut nama baik sekolah dan rasa aman para pelajar disana,” imbuh warga lainnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan hasil pemeriksaan saksi maupun arah penyelidikan selanjutnya.
Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kasus ini akan terus dikembangkan hingga titik terang benar-benar terungkap.
Masyarakat berharap agar proses hukum terhadap dugaan pelecehan di SMP Maja dapat berlangsung objektif dan profesional.
Kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum menjadi pertaruhan besar dalam kasus ini, yang kini mulai memasuki fase penting penyidikan. (*/Sahrul).