LEBAK– Pengembangan kawasan Agrowisata Cikapek di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, masih membutuhkan anggaran besar untuk bisa beroperasi secara penuh.
Hingga pertengahan 2026, pemerintah daerah mencatat kebutuhan dana lanjutan mencapai sekitar Rp57 miliar dari total rencana pembangunan keseluruhan.
Kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat wisata terpadu sekaligus titik singgah menuju Baduy itu saat ini baru menyelesaikan sebagian kecil pembangunan dari konsep awal yang telah disusun pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, mengatakan total kebutuhan anggaran berdasarkan rancangan induk atau master plan mencapai sekitar Rp70 miliar.
“Sampai saat ini pembangunan yang sudah berjalan baru sekitar Rp13 miliar sejak awal proyek dimulai” ujar Yosep, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan awal dimulai pada 2024 dengan alokasi sekitar Rp3,8 miliar. Kemudian dilanjutkan pada 2025 dengan tambahan anggaran lebih dari Rp8 miliar untuk pengembangan kawasan dan infrastruktur penunjang.
Meski demikian, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat pemerintah belum dapat menyelesaikan seluruh pembangunan sesuai target awal.
Karena itu, Pemkab Lebak mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut. Sejauh ini, disebutkan sudah ada beberapa perusahaan yang mulai menjajaki kemungkinan keterlibatan dalam pembiayaan proyek.
“Kalau mengandalkan APBD sepenuhnya tentu cukup berat. Makanya sekarang mulai ditawarkan ke pihak swasta,” katanya.
Untuk tahun ini, pemerintah daerah hanya menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta yang difokuskan pada pembenahan ringan sambil menunggu pengembangan lanjutan.
Secara keseluruhan, kawasan Agrowisata Cikapek dirancang berdiri di atas lahan sekitar 52 hektare. Dari total area tersebut, sebagian lahan juga direncanakan menjadi kawasan pendidikan dan pengembangan lainnya.
Konsep agrowisata itu sendiri disiapkan sebagai pusat wisata berbasis pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, hingga rest area bagi wisatawan yang melintasi jalur menuju kawasan Baduy.
Lokasinya yang berada di jalur utama menuju destinasi wisata adat dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Namun hingga kini, pembangunan baru menyentuh satu zona dari total sembilan zona yang direncanakan dalam pengembangan kawasan.
“Yang benar-benar selesai baru satu zona. Sisanya masih bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelas Yosep.
Meski belum sepenuhnya rampung, pemerintah daerah berencana mulai memperkenalkan kawasan Agrowisata Cikapek kepada publik dalam waktu dekat.
Sejumlah agenda promosi dan kegiatan wisata juga disebut tengah disiapkan untuk menarik minat pengunjung sekaligus mengenalkan potensi kawasan tersebut.
Pemkab Lebak berharap pengembangan Agrowisata Cikapek ke depan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat di sektor pertanian, UMKM, dan jasa wisata. (*/Sahrul).