Ratusan Ton Padi Dipanen dalam Sehari, Sukamanah Jadi Etalase Kekuatan Pangan Lebak

 

LEBAK– Sawah-sawah di Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis (29/1/2026), berubah menjadi pusat perhatian.

Dalam satu hari panen raya, ratusan ton padi berhasil dipetik petani, menandai besarnya potensi produksi pangan Kabupaten Lebak di awal tahun 2026.

Berdasarkan perhitungan di lapangan, panen yang dilakukan di lahan seluas sekitar 49 hektare menghasilkan rata-rata 5,6 ton-7 ton padi per hektare.

Artinya, dalam satu hari panen, petani Sukamanah mampu menghasilkan kurang lebih 274 ton gabah, bahkan berpotensi menembus 343 ton apabila produktivitas maksimal tercapai.

Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang ikut turun ke sawah bersama petani dan jajaran pemerintah daerah.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama ekonomi masyarakat desa.

“Ini bukan sekadar seremoni panen, tapi gambaran nyata bahwa dalam satu hari saja Lebak mampu memproduksi ratusan ton padi. Kalau dikelola konsisten, ketahanan pangan kita sangat kuat,” ujar Hasbi di sela kegiatan.

Menurut Hasbi, capaian panen harian tersebut menunjukkan bahwa Lebak memiliki modal besar untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Terlebih, Kabupaten Lebak tercatat memiliki 52.025 hektare lahan sawah dilindungi, yang sebagian besar masih aktif digarap petani.

Panen di Sukamanah merupakan hasil tanam serentak sejak Agustus 2025, dengan varietas padi Ciherang sebagai komoditas utama.

Proses tanam hingga panen melibatkan petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta dukungan teknis dari Dinas Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa produktivitas panen harian ini mencerminkan peningkatan kualitas budidaya petani.

“Kalau dihitung per hari, hasil panen di lokasi ini sangat signifikan. Ini menjadi motivasi bahwa pertanian Lebak tidak hanya luas, tapi juga produktif,” katanya.

Rahmat menambahkan, dengan luas sawah Sukamanah mencapai 158 hektare, potensi panen harian masih bisa terus berulang sepanjang musim panen berjalan.

Hal ini menjadikan Lebak sebagai salah satu daerah penyangga produksi padi di Provinsi Banten.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamanah, Aang Noh, menyebut keberhasilan panen harian dalam jumlah besar tidak lepas dari kekompakan petani dan dukungan pemerintah.

“Dalam satu hari saja ratusan ton bisa dipanen. Ini membuktikan petani Sukamanah siap berkontribusi besar untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah panen raya ini, petani akan kembali melakukan penanaman agar produksi tetap berkelanjutan dan tidak terputus.

Panen raya di Sukamanah sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan pangan Lebak bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil kerja nyata petani yang mampu menghasilkan ratusan ton padi dalam satu hari dari sawah mereka sendiri. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment