Ratusan Warga Lebak Siap Bekerja ke Luar Negeri, Arab Saudi Jadi Tujuan Favorit

 

LEBAK – Sepanjang tahun 2024, sebanyak 227 warga Kabupaten Lebak tercatat telah mendaftarkan diri sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Mereka menjalani proses verifikasi awal di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak sebelum diberangkatkan ke berbagai negara tujuan.

“Dari total pendaftar tersebut, tiga negara yang paling banyak dituju adalah Arab Saudi dengan 113 orang, disusul Taiwan 31 orang dan Malaysia 29 orang,” ungkap Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Chaeruliyanto, Kamis (26/6/2025).

Selain ketiga negara tersebut, para calon pekerja asal Lebak juga akan bekerja di sembilan negara lainnya, antara lain Brunei Darussalam, Hong Kong, Kuwait, Polandia, Singapura, Slovakia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Bulgaria.

Menurut Rully, mayoritas pendaftar berasal dari kawasan Lebak Selatan.

“Wilayah seperti Wanasalam dan Cijaku cukup mendominasi. Wanasalam mengirimkan 25 orang, Cijaku 24 orang, kemudian Cirinten 21 orang, Malingping 18 orang, dan Rangkasbitung 13 orang,” paparnya.

Menariknya, dari total 28 kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Sobang yang tidak mengirimkan satupun calon pekerja migran tahun ini.

Namun, di balik data resmi ini, Rully mengaku masih menghadapi tantangan besar dalam hal pengawasan pekerja migran nonprosedural atau ilegal. Ia menegaskan bahwa Disnaker hanya mencatat CPMI yang mengikuti alur resmi dan terverifikasi.

“Yang datang ke kami adalah mereka yang melalui jalur resmi. Kalau ada warga yang berangkat secara ilegal atau nonprosedural, kami tidak punya datanya karena mereka tidak terdaftar di sistem kami,” tegasnya.

Rully berharap masyarakat bisa memahami pentingnya mendaftar secara resmi, karena keberangkatan legal menjamin perlindungan hukum dan hak-hak pekerja selama di luar negeri. (*/Sahrul).

Arab SaudiBekerja ke Luar NegeriWarga Lebak
Comments (0)
Add Comment