Rencana Pembangunan Gedung SMKN di Cihara Lebak Disoal, Kenapa?

LEBAK – Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Rakyat Indonesia (LSM Surindo) menilai lokasi yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan gedung SMKN 1 Cihara di Desa Ciparahu, dan SMKN 2 Cihara di Desa Citepuseun, Kabupaten Lebak tidak sesuai dengan kriteria.

Hal itu berdasarkan hasil peninjauan pihaknya ke lokasi, dan kondisinya curam.

“Lokasinya tidak sesuai kriteria, lantaran curam alias jurang. Kalau saya pinjam bahasa pak Kabid, itu kemiringannya tidak lebih dari 5 persen,” kata Ketua Umum LSM Surindo, Tb Akhmad Nurdin kepada wartawan, Sabtu (24/4/2021).

Dikatakan Nurdin, jika dipaksakan pihaknya sangat mengkhawatirkan sekolah yang dibangun nanti malah rawan bencana dan membahayakan peserta didik serta guru. Kemudian saat membangun, anggaran yang dibutuhkan juga tinggi.

Namun yang jelas, kata Nurdin, ketika ini dipaksakan maka sudah jelas ada unsur kepentingan. Dia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini. Sebab jangan sampai ini menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Termasuk untuk masalah penambahan ruang atau luas bangunannya juga pasti berpengaruh. Karena lahannya curam. Ini kan bukan untuk satu atau dua tahun, tetapi untuk jangka yang panjang,” sebutnya.

Kendati demikian, pria itu meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) untuk mengkaji ulang feasibility study (FS) lahan yang akan digunakan untuk pembangunan dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

“Jadi kami rasa masih ada potensi atau peluang untuk dikaji ulang, dan diganti lokasinya. Atau di-FS ulang, dan yang sekarang dianggap batal. Karena FS tidak memenuhi kriteria,” pungkas Nurdin. (*/M.Arifin)

Comments (0)
Add Comment