Santri PPIQ Banten Tembus Al Azhar Mesir dan PTN, Bukti Pesantren Mampu Bersaing Global

 

LEBAK – Siapa bilang lulusan pesantren tak bisa bersaing di dunia akademik internasional? Pondok Pesantren Ilmu Quran (PPIQ) Banten di Kabupaten Lebak kembali membuktikan bahwa pendidikan berbasis agama juga mampu mencetak generasi unggulan.

Tahun ini, tujuh santri mereka sukses masuk perguruan tinggi ternama, baik di dalam negeri maupun di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Pencapaian luar biasa ini datang dari lembaga pendidikan yang berlokasi di Kampung Alun-alun, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung.

Para santri yang berhasil lolos ke berbagai perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan pesantren tak kalah dari sekolah-sekolah umum lainnya.

Hilma Gumaysya M, salah satu santri, diterima di Universitas Al-Azhar Mesir pada Fakultas Syariah Islamiyah, jurusan Perbandingan Mazhab. Sementara itu, M Rizki Hidayatullah diterima di Universitas Jakarta, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kesuksesan juga diraih oleh Fatimah Azzahra RR dan Siti Sarah Fatimah yang lolos ke UIN Jakarta.

Masing-masing diterima di Fakultas Perkembangan Masyarakat Islam dan Fakultas Perbandingan Mazhab.

Kemudian, dua santri lainnya, Siti Nurhasanah dan Siti Nuraeni, melanjutkan ke UIN Banten Fakultas Tarbiyah.

Sedangkan Diva Fayza Chaerani menembus Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati.

Pimpinan PPIQ Banten, KH Noorwahyudi, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut.

Ia menyebutkan, sejak awal berdiri pada 2016, pesantren ini memang dirancang untuk membentuk generasi cerdas secara intelektual, sekaligus kuat secara spiritual.

“Alhamdulillah, tahun ini santri kami kembali menorehkan prestasi gemilang. Bukan hanya masuk perguruan tinggi dalam negeri, tapi juga diterima di kampus Islam paling prestisius di dunia,” ujarnya, Selasa (8/7/2025).

KH Noorwahyudi menambahkan bahwa sistem pendidikan di PPIQ Banten mengadopsi metode terpadu, menggabungkan kurikulum ala Gontor (Bahasa Arab dan Inggris), tahfizh 30 juz, penguasaan kitab kuning, dan pendalaman ilmu tasawuf.

Pendekatan ini membuat santri mampu beradaptasi dengan tuntutan pendidikan global.

“Santri kami juga ada yang diterima di universitas di Yaman. Ini jadi bukti bahwa lulusan pesantren punya daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama, PPIQ Banten kini menjelma menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon cendekiawan Muslim yang siap bersaing di dunia global.

Lulusan pesantren ini bahkan telah banyak yang berkiprah sebagai pendakwah, pendidik, hingga pendiri pondok pesantren baru di berbagai daerah.

Dengan capaian ini, PPIQ Banten tidak hanya mengangkat nama pesantren, tetapi juga turut memperkuat citra pendidikan Islam sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. (*/Sahrul).

Al AzharBantenMesirPpiq
Comments (0)
Add Comment