Satgas Lebak Angkat Bicara Soal Ledakan Dapur MBG di Banjarsari

 

LEBAK – Insiden ledakan oven pengering ompreng terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srijaya Pulo, milik Yayasan Darul Ibtida Hasanah, di Desa Cilegongilir, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga relawan mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Salah satu korban, Heru (50), dilaporkan mengalami luka bakar cukup serius dengan estimasi mencapai 20 persen pada bagian tubuhnya.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Bupati Lebak yang juga menjabat sebagai Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Amir Hamzah, menegaskan bahwa langkah utama yang harus dilakukan adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan optimal.

Ia menyampaikan bahwa para korban harus segera dirujuk ke rumah sakit dan difasilitasi melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Penanganan korban adalah prioritas utama. Pastikan mereka dirawat dengan baik dan hak-haknya terpenuhi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (27/3/2026).

Tak hanya itu, Amir juga menyoroti pentingnya peningkatan standar keselamatan kerja di dapur SPPG.

Ia mengingatkan agar pengelola lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan, khususnya mesin pengering ompreng yang berpotensi menimbulkan risiko.

Menurutnya, penggunaan mesin berbasis listrik dinilai lebih aman meskipun membutuhkan biaya lebih tinggi.

Selain itu, ia meminta setiap dapur dilengkapi dengan minimal dua unit alat pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi insiden serupa.

“Keselamatan tidak bisa ditawar. Pengelola harus memastikan seluruh peralatan aman dan sesuai standar, termasuk kesiapan alat pemadam di area dapur,” tegasnya.

Terkait kemungkinan sanksi terhadap operasional dapur SPPG tersebut, Amir menyebut keputusan akan diambil setelah proses investigasi selesai dilakukan oleh pihak terkait.

Hasil laporan dari koordinator wilayah (Korwil) dan koordinator kecamatan (Korcam) nantinya akan menjadi bahan evaluasi sebelum disampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional dapur layanan publik, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan para relawan dan pekerja di lapangan. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment