LEBAK – Harapan baru segera hadir bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Lebak.
Sebanyak 100 calon siswa akan mengawali proses belajar di Sekolah Rakyat (SR) mulai Agustus 2025.
Lokasi kegiatan belajar dipusatkan di Gedung BPMP, Jalan Siliwangi, Rangkasbitung, yang kini tengah dipoles dan dilengkapi sarana-prasarananya.
Program pendidikan ini merupakan inisiatif nasional dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial RI, dengan sistem boarding school dan pembiayaan penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di Lebak, Pemerintah Daerah hanya bertugas mengoordinasikan teknis pelaksanaan di lapangan.
“Gedung yang akan digunakan sedang dalam tahap renovasi. Selain infrastruktur, juga dilakukan pengadaan fasilitas pembelajaran tambahan oleh Kementerian PU,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darma Putra, saat ditemui pada Selasa (15/7/2025).
Eka menyebutkan, pembangunan tersebut ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran dimulai.
Pihaknya pun optimistis kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan sesuai jadwal.
Untuk tahap awal, SR akan menampung empat rombongan belajar (rombel), masing-masing diisi 25 siswa.
“Sebanyak 100 anak dari keluarga miskin ekstrem telah terdata dan siap masuk. Nama-namanya langsung diseleksi dan dikirim dari pusat, lalu diverifikasi kembali oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH),” tuturnya.
Ia menambahkan, tahapan pemeriksaan kesehatan tengah berlangsung pada 14 Juli ini.
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, termasuk pengobatan bagi siswa yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan.
Selain itu, kelengkapan seperti seragam, sepatu, hingga perlengkapan pribadi telah disiapkan sesuai ukuran masing-masing siswa.
“SR ini menggunakan sistem asrama atau boarding school. Semua fasilitas, makan, pembelajaran, hingga perlengkapan siswa ditanggung penuh. Bahkan, anggaran untuk tiap anak mencapai Rp48 juta per tahun,” jelas Eka.
Program ini tidak hanya fokus pada siswa. Kepala sekolah dan tenaga pendidik juga telah disiapkan melalui proses seleksi yang ketat dari pusat.
“Kemarin calon kepala sekolah sempat ikut retreat, jadi proses rekrutmen sudah berjalan sejak awal,” katanya.
Eka berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, program ini merupakan langkah konkret pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membebaskan anak-anak dari belenggu kemiskinan ekstrem.
“Dengan pendidikan yang bermutu, kita bisa menciptakan SDM Lebak yang cerdas, mandiri, dan punya masa depan cerah. Mari kita sama-sama sukseskan program ini,” tutupnya. (*/Sahrul).