Sempat Dilintasi saat Arus Mudik, Ruas Tol Rangkasbitung-Cikulur-Cileles Kembali Ditutup hingga Oktober 2026

 

LEBAK – PT Wijaya Karya (WIKA) secara resmi kembali menutup sementara ruas fungsional seksi 2 jalan tol Serang-Panimbang mulai dari tol Rangkasbitung-Cikulur-Cileles terhitung sejak Kamis 26 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.

Diketahui sebelumnya, tol Rangkasbitung-Cikulur-Cileles sempat dibuka selama 15 hari mulai dari tanggal 12-26 Maret 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran warga Kabupaten Lebak dan sekitarnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Wika Serpan Iwan Juliansyah mengatakan, penutupan sementara ruas tol Rangkasbitung-Cileles-Cikulur lantaran masih belum rampungnya pekerjaan konstruksi sehingga dirasa belum optimal digunakan.

“Dengan berat hati, penutupan sementara harus kami lakukan guna menyelesaikan pekerjaan konstruksi dan memastikan standar layanan yang lebih optimal. Karena kami berkomitmen untuk kembali menghadirkan ruas ini dengan kualitas yang lebih baik, aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” kata Iwan dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Kendati demikian, Iwan mengucapkan rasa apresiasi dan terima kasihnya kepada para pengguna jalan yang telah memanfaatkan pembukaan operasional tol Rangkasbitung-Cikulur-Cileles selama arus mudik Lebaran 2026.

“Tercatat ruas tol ini telah melayani lebih dari 150 ribu kendaraan. Antusiasme selama 15 hari kemarin menjadi bukti bahwa ruas ini sangat dibutuhkan. Dengan penuh rasa terima kasih kami mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang telah memanfaatkan tol Serang-Panimbang sebagai bagian dari perjalanan selama periode operasional fungsional kemarin,” ungkapnya.

Diakui Iwan, pihaknya menargetkan ruas tol Rangkasbitung-Cikulur-Cileles yang memiliki panjang sekitar 24,1 kilometer tersebut untuk rampung dan beroperasi sepenuhnya pada semester 2 tahun 2026 ini.

“Rencana dibuka operasional bulan Oktober 2026,” ujarnya.

Dikatakan Iwan, beroperasinya ruas tol Serang-Panimbang secara penuh akan mempercepat waktu tempuh dari wilayah Jabodetabek menuju Serang, Lebak dan Pandeglang atau arah sebaliknya sehingga memudahkan akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten.

“Keberadaan ruas fungsional ini tidak hanya membantu mengurai kepadatan lalu lintas, namun juga memberikan akses yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, termasuk menuju kawasan wisata seperti Desa Wisata Baduy, Pantai Sawarna, Tanjung Lesung hingga Ujung Kulon,” terangnya.

“Jalan tol ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah Banten, khususnya di Banten Tengah dan Selatan. Serta mendorong tumbuhnya perekonomian dan pariwisata di daerah tersebut,” tandas Iwan. ***

Comments (0)
Add Comment