LEBAK – Komitmen menjaga ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Lebak. Bupati Lebak, Moch Hasbi A. Jayabaya, menerima audiensi mahasiswa yang tergabung dalam Forum Cipayung Plus di Gedung Negara Kabupaten Lebak, Senin (2/3/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Mahasiswa dari berbagai organisasi seperti GMNI, HMI, HMI MPO, PMII, dan Kumala menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan, transparansi anggaran, hingga isu pemerataan pembangunan di Kabupaten Lebak.
Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan terbuka. Para mahasiswa menyampaikan pandangan kritis mereka secara langsung, sementara Bupati mendengarkan serta merespons sejumlah poin yang dianggap strategis untuk perbaikan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti saran konstruktif yang disampaikan mahasiswa.
Ia menyebut partisipasi pemuda sebagai elemen penting dalam pembangunan daerah.
“Sinergi antara pemerintah dan mahasiswa harus terus dijaga. Kritik yang membangun adalah bagian dari proses memperkuat kebijakan,” ujarnya.
Secara edukatif, ruang dialog seperti ini menjadi cerminan tata kelola pemerintahan partisipatif. Dalam sistem demokrasi daerah, keterlibatan mahasiswa tidak hanya sebagai pengawas sosial, tetapi juga mitra strategis dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan agar aspirasi tidak berhenti di forum audiensi semata, tetapi dapat terintegrasi dalam perencanaan pembangunan. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah daerah membuka diri terhadap masukan publik.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam audiensi tersebut, Kapolres Lebak Herfio Zaki, yang memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Pertemuan ini menjadi momentum menjaga sinergitas pembangunan Kabupaten Lebak. Dialog yang terbangun diharapkan menjadi kolaborasi nyata antara pemerintah dan generasi muda demi kemajuan daerah yang lebih merata dan berdaya saing. (*/Sahrul).