LEBAK– Gelombang kemarahan publik membanjiri media sosial setelah video dugaan intimidasi terhadap petani di Cikulur, Kabupaten Lebak, viral di jagat maya.
Para warganet menuntut keadilan dan mendesak para pejabat, termasuk Gubernur Banten Andra Soni dan Wagub Dimyati Natakusumah hingga polisi agar tidak berpangku tangan melihat penderitaan rakyat kecil.
Melalui akun Instagram, netizen menyuarakan kegelisahan mereka. Akun @ucinghitam282 menulis tegas, “Urgent!!! @andrasoni12 @dimyati.natakusumah wayahna pak ngabela ka rakyat!!!”
(“Saatnya kalian membela rakyat, Pak!”)
Nada serupa juga disampaikan akun @shifabanon: “Turun pak ke sini, jangan tutup mata tutup telinga, bahkan sampai tega tutup hati.”
Seruan itu tidak hanya ditujukan kepada kepala daerah dan anggota legislatif, tetapi juga langsung menyasar aparat penegak hukum.
Akun @info_pusat.a1 menyebut:
“Tindak tegas oknum premanisme @polres_lebak,”
Sementara akun @hadikusumobambang secara terbuka menyebut Gubernur dan jajaran Gerindra Banten @GUBERNUR BANTEN @andrasoni12, @dpdgerindrabanten, @fraksigerindra_dprdbanten ayo bertindak.”
Diketahui, video yang diupload oleh akun instagram @fakta banten menjadi sumber kemarahan publik memperlihatkan sekelompok pria bersenjata tajam mendatangi para petani di Kampung Pasir Kaweni, Desa Muara Dua, Cikulur.
Mereka mengacungkan parang, melontarkan ancaman, dan bahkan merusak tanaman serta gubuk milik petani.
Berdasarkan keterangan petani korban intimidasi, menyebut peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi, 12 Juli 2025.
Petani itu menyaksikan sendiri diduga sekitar 100 orang datang membawa senjata tajam dan merobohkan empat gubuk yang sudah dibangun petani secara swadaya.
Seruan warga dunia maya bukan sekadar keluhan di kolom komentar. Mereka menyuarakan keresahan yang nyata: ketidakadilan terhadap rakyat kecil di tanah sendiri.
Kini bola panas ada di tangan pemerintah daerah, legislatif, dan aparat hukum.
Saat suara rakyat menggema dari media sosial ke dunia nyata, waktunya bagi para pemimpin menjawab bukan hanya dengan janji tetapi dengan tindakan nyata. (*/Sahrul).