LEBAK– Fenomena perceraian di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lebak menjadi sorotan publik.
Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 30 ASN mengajukan permohonan cerai, jumlah yang sudah melampaui total kasus sepanjang tahun 2024.
Fakta mengejutkan lainnya, sebagian besar gugatan berasal dari pihak perempuan, menunjukkan adanya dinamika rumah tangga yang cukup serius.
Data ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kabupaten Lebak, Iqbaludin.
“Dari 30 kasus yang masuk ke kami, 24 masih dalam proses administrasi, sedangkan 6 lainnya sedang menunggu giliran penjadwalan,” ujar Iqbaludin, Rabu (30/7/2025).
Ia menyebutkan, faktor ekonomi menjadi alasan paling dominan di balik gelombang perceraian ini.
Namun, ia tidak menyebutkan secara rinci dari OPD mana saja ASN tersebut berasal.
Iqbaludin menjelaskan, permohonan perceraian ASN tidak bisa serta merta dikabulkan.
Terdapat tahapan wajib yang harus dilewati, seperti mediasi internal di OPD tempat ASN bekerja.
Jika proses tersebut tidak membuahkan hasil, maka kasus akan dilimpahkan ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti melalui panggilan resmi kepada kedua belah pihak.
“Dalam proses ini, kami berusaha memberikan ruang dialog kepada pasangan. Kalau masih ada peluang damai, kami arahkan untuk berdamai. Tapi jika keduanya sudah yakin bercerai, maka akan kami lanjutkan ke tahap berikutnya,” katanya.
BKPSDM bahkan memberikan tenggat waktu selama tiga bulan bagi pasangan yang bersikukuh ingin bercerai, agar keduanya benar-benar mempertimbangkan kembali keputusan mereka.
Sayangnya, pengalaman menunjukkan bahwa hanya sekitar 10 persen pasangan yang akhirnya rujuk, sementara sisanya tetap memilih melanjutkan proses ke pengadilan.
“Artinya, sebagian besar keputusan untuk berpisah sudah final dari awal,”” ungkap Iqbal.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2024 hanya tercatat sekitar 25 kasus perceraian di kalangan ASN Lebak.
Dengan angka 2025 yang sudah melampaui itu hanya dalam tujuh bulan, tren ini cukup mencemaskan.
“Kalau melihat tren sekarang, bukan tidak mungkin jumlahnya terus bertambah hingga akhir tahun. Tapi kami tetap berharap angkanya tidak meningkat lagi,” pungkasnya. (*/Sahrul).