Tak Semua Mitra Nikmati BHR, Driver Gojek Lebak Ungkap Sistem Level dan Keaktifan

 

LEBAK– Program perlindungan dan insentif yang digulirkan GoTo Group melalui Gojek menuai beragam respons dari mitra pengemudi di daerah.

Di satu sisi dinilai membantu, namun di sisi lain belum sepenuhnya dirasakan merata oleh seluruh driver.

Ridwan, salah satu mitra pengemudi Gojek asal Kabupaten Lebak, mengungkapkan bahwa penyaluran manfaat seperti Bonus Hari Raya (BHR) dan insentif lainnya sangat bergantung pada sistem level akun serta tingkat keaktifan pengemudi.

“Hanya level tertentu yang bisa dapat, seperti Driver Gojek Andalan atau Jawara. Kalau masih level Driver Gojek Harapan, biasanya belum kebagian,” ujar Ridwan saat dihubungi, Selasa (3/2/2026).

Ridwan mengaku hingga kini masih berada di level Driver Gojek Harapan karena tidak aktif menarik order setiap hari.

Kondisi tersebut membuatnya belum pernah menerima BHR, meski telah terdaftar sebagai mitra sejak tahun 2020.

“Dari 2020 saya belum pernah dapat BHR, karena memang jarang narik. Yang dapat biasanya yang aktif tiap hari,” katanya.

Ia menjelaskan, besaran BHR yang diterima mitra pengemudi bervariasi, tergantung performa dan kategori akun.

Nominalnya disebut berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp1 juta bagi mitra dengan level tertinggi.

Selain itu, Ridwan juga mengungkapkan adanya ketentuan khusus bagi mitra baru.

Menurutnya, pendaftar baru diwajibkan memenuhi masa keaktifan tertentu untuk dapat naik level dan berpeluang menerima insentif.

“Kalau pendaftar baru, selama dua bulan harus full narik. Minimal sembilan jam per hari, sampai naik level andalan,” ungkapnya.

Aturan tersebut, kata Ridwan, menjadi tantangan tersendiri bagi mitra yang menjadikan Gojek sebagai pekerjaan sampingan.

Namun di sisi lain, sistem ini dinilai mendorong konsistensi dan komitmen bagi pengemudi yang ingin memperoleh manfaat lebih besar.

Meski demikian, Ridwan mengakui program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang difasilitasi perusahaan cukup membantu dan relatif lebih merata dirasakan oleh mitra.

“Kalau BPJS memang dapat, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Itu sangat membantu,” ujarnya.

Ridwan berharap ke depan kebijakan perlindungan dan insentif bagi mitra pengemudi dapat dirancang lebih inklusif, sehingga mitra yang bekerja paruh waktu atau tidak setiap hari tetap memiliki kesempatan merasakan manfaat program.

Menurutnya, keberadaan mitra dengan pola kerja yang beragam merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi digital yang juga layak mendapatkan perhatian dan perlindungan berkelanjutan. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment