Tambang Ilegal Merebak di Lebak, Aktivis: Alam Dikeruk, Rakyat Dirugikan

 

LEBAK – Lembah hijau di Kabupaten Lebak perlahan berubah. Suara alat berat menggantikan kicau burung, dan debu tambang menggantikan udara segar.

Di balik maraknya aktivitas tambang ilegal, suara kritis mulai bergema kali ini dari aktivis muda asal Lebak, Venus.

Aktivis sosial dan lingkungan Kabupaten Lebak, Venus, menyampaikan keprihatinannya terhadap menjamurnya aktivitas tambang tanpa izin (ilegal) yang merusak ekosistem dan mengabaikan aspek sosial masyarakat sekitar.

Ia menilai kondisi ini sebagai ancaman nyata terhadap keberlanjutan lingkungan dan ketimpangan sosial yang semakin melebar.

“Lebak saat ini bukan sekadar darurat infrastruktur, tetapi juga darurat tambang ilegal. Bukit-bukit dikeruk, sungai tercemar, sementara masyarakat sekitar hanya jadi penonton penderitaan,” kata Venus kepada wartawan saat ditemui di Rangkasbitung, Minggu (1/6/2025).

Menurutnya, banyak lokasi tambang diduga beroperasi tanpa izin resmi dan cenderung mengabaikan aturan hukum yang berlaku.

Hal ini tak hanya berdampak pada lingkungan hidup, tapi juga merusak tata sosial masyarakat dan memicu konflik horizontal di lapangan.

“Negara seharusnya hadir. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan semua stakeholder harus punya sikap tegas terhadap tambang-tambang ilegal. Jangan sampai pembiaran ini menjadi bom waktu yang mematikan,” tegas Venus.

Ia juga mengungkapkan adanya dugaan praktik pembiaran dari oknum yang seharusnya mengawasi, sehingga aktivitas penambangan tanpa izin justru semakin leluasa dan berani.

Venus mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang yang telah dikeluarkan, serta menindak tegas seluruh aktivitas penambangan liar yang merugikan masyarakat dan lingkungan.

“Ini bukan soal pro atau kontra pembangunan. Tapi ini soal masa depan generasi Lebak. Jika tanah ini hancur, lalu apa yang akan diwariskan?” tambahnya.

Aktivis muda ini berharap suara masyarakat tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk industri tambang.

Sebab, menurutnya, bumi yang rusak tak bisa dibeli kembali. Ia menutup pernyataannya dengan seruan: “Jangan gadaikan alam untuk keuntungan sesaat. Hidup rakyat, hidup lingkungan!” (*/Sahrul).

LebakTambang Ilegal
Comments (0)
Add Comment