Tiga Video Jalan Rusak Paling Viral di Lebak Diumumkan, Pemenang Dapat Hadiah Langsung dari Pengacara Acep Saepudin

 

LEBAK– Tiga video kreatif bertema jalan rusak di Kabupaten Lebak berhasil menyita perhatian warganet sekaligus membawa pulang hadiah dari pengacara ternama, Acep Saepudin.

Pengumuman lomba ini disampaikan langsung oleh Acep melalui akun TikTok pribadinya @acepsaepudin pada tengah malam

Lomba ini bukan sekadar kompetisi biasa. Berangkat dari keresahan warga terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung membaik, Acep Saepudin membuka ruang partisipasi warga untuk menyuarakan keluhan mereka melalui video kreatif dengan hadiah yang seluruhnya berasal dari dana pribadinya.

“Saya umumkan berdasarkan penilaian dewan juri internal kami, berdasarkan kreativitas, kualitas video, jumlah like, view, dan komentar,” kata Acep dalam video pengumumannya.

Inilah Tiga Pemenang Video Jalan Rusak Terbaik 2025

1. Juara Pertama: Desa Parakan Besi, Kecamatan Bojongmanik

Dengan judul video “Belasan Tahun Tidak Pernah Tersentuh Aspal”, video ini meraih like terbanyak di media sosial.

Warga menggambarkan secara gamblang kondisi jalan yang berlumpur dan tak layak dilalui, bahkan untuk kendaraan roda dua.

2. Juara Kedua: Pulau Manuk, Kecamatan Bayah

Video berjudul “Kupijak Aspal Ilusi” memenangkan kategori dengan jumlah view terbanyak.

Dalam video ini, warga memadukan humor satir dengan realita, menggambarkan jalan rusak seolah mimpi buruk yang tak berujung.

3. Juara Ketiga: Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar

Video “Pak Bupati Jalan Kami Butuh Skincare” menjadi juara ketiga berkat komentar terbanyak.

Judul yang nyeleneh namun mengena ini menarik perhatian ribuan pengguna TikTok yang mengapresiasi cara unik warga menyampaikan aspirasi mereka.

“Komentar terbanyak sebenarnya diraih juga oleh video pertama, tapi saya minta agar mereka legowo. Kita ingin lebih banyak yang merasakan apresiasi,” kata Acep.

Hadiah dan Harapan

Hadiah diberikan langsung oleh Acep di kantornya, dengan syarat pengirim video hadir sendiri tanpa diwakilkan.

“Silakan datang sampai Jumat siang. Kalau lewat dari itu, hadiah hangus,” tegas Acep.

Aksi ini menjadi contoh bagaimana kritik terhadap kebijakan publik bisa dilakukan secara elegan, kreatif, dan berdaya jangkau luas di era digital.

“Kita tidak perlu marah-marah di jalan. Suara warga bisa lebih didengar kalau disampaikan secara cerdas,” tutup Acep. (*/Sahrul).

Jalan RusakLebak
Comments (0)
Add Comment