Timbangan PKS Diduga Dimanipulasi, Rakyat Minta Keadilan, Petani Sawit Desak DPRD Lebak Gelar RDP

 

LEBAK– Keresahan tengah membara di kalangan petani sawit di Kabupaten Lebak. Dugaan adanya manipulasi pada sistem timbangan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kertajaya memicu kegelisahan yang mendalam.

Petani pun bersatu, mendesak DPRD Lebak khususnya Komisi II untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Salah satu perwakilan petani dan Aktivis Lebak, Mambang Hayali, menuturkan bahwa perubahan konstruksi timbangan di PKS Kertajaya diduga mengakibatkan selisih berat sekitar 4 persen.

Bagi petani, angka ini berdampak besar pada pendapatan harian mereka.

“Kami bukan pencuri, kami hanya ingin hak kami dikembalikan. Jangan biarkan jeritan petani sawit ini diabaikan. Kami butuh DPRD berdiri di sisi kami, bukan membiarkan kami sendirian menghadapi ketidakadilan,” ujar Mambang, Kamis (29/5/2025).

Ia menegaskan bahwa petani merasa dirugikan secara sistematis akibat pengurangan timbangan yang diduga disengaja.

Situasi ini makin memprihatinkan karena belum ada respons konkret dari pihak PKS Kertajaya, sementara para petani terus menanggung kerugian setiap kali melakukan penjualan.

Petani Percaya DPRD Bisa Hadirkan Solusi

Menurut Mambang, RDP adalah langkah awal yang sangat dinantikan agar semua pihak termasuk dinas terkait dan manajemen PKS duduk bersama mencari solusi.

“Kami berharap RDP ini bukan hanya formalitas, tapi benar-benar jadi forum penyelesaian yang konkret. DPRD adalah wakil rakyat. Jika mereka tak bisa menghadirkan keadilan untuk rakyat kecil, lalu kepada siapa lagi kami harus bersuara?,” tegasnya.

Para petani berharap agar Komisi II DPRD Lebak segera merespons kondisi ini. Mereka percaya, melalui kehadiran legislatif dan instansi pengawas, praktik-praktik yang merugikan petani bisa dihentikan.

“Kami percaya DPRD mampu jadi jembatan keadilan. Tapi kalau mereka bungkam, kepercayaan kami akan runtuh,” tutup Mambang. (*/Sahrul).

DPRDLebakPetani sawitPKS
Comments (0)
Add Comment