LEBAK– Warga Kampung Muhara Kebon Kalapa, Kecamatan Rangkasbitung, dikejutkan dengan temuan jasad bayi laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Ciujung.
Fakta memilukan terungkap setelah polisi menyelidiki kasus tersebut pelakunya tak lain adalah ibu kandung dan nenek dari sang bayi sendiri.
Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial U (49) dan anaknya ER (19), warga Kecamatan Cikulur, ditangkap di dua lokasi berbeda.
U diamankan di kediamannya di Lebak, sementara ER ditangkap di wilayah Jakarta. Keduanya kini mendekam di sel tahanan Mapolres Lebak.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, bayi malang ini dibuang ke selokan yang bermuara ke Sungai Ciujung usai dilahirkan oleh ER di RSUD Adjidarmo,” ungkap AKBP Zaki dalam konferensi pers, Kamis (10/7/2024).
Kasus ini terkuak setelah tim penyidik menganalisis rekaman CCTV di RSUD Adjidarmo, tempat ER diam-diam melahirkan tanpa sepengetahuan tim medis.
Menurut keterangan, ER awalnya datang bersama ibunya untuk memeriksakan kondisi jantung, namun di tengah proses pemeriksaan, ia justru melahirkan secara tiba-tiba di kamar mandi rumah sakit.
“ER melahirkan sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tanpa penanganan medis. Bayi itu kemudian dibungkus plastik dan dibuang ke selokan oleh U yang merasa malu karena kehamilan di luar nikah,” jelas Zaki.
Motif di balik perbuatan tragis ini adalah rasa malu dan amarah karena pasangan ER tidak hadir dan tak bertanggung jawab. U, yang emosi dan panik, memilih langkah keji dengan membuang cucunya sendiri.
Hasil autopsi menyatakan bahwa bayi berusia satu hari itu mengalami kematian karena tenggelam.
Tak hanya itu, tim forensik juga menemukan sejumlah luka memar akibat benturan benda tumpul, memperkuat dugaan kekerasan fisik sebelum jasadnya dibuang.
“Ancaman pidananya beragam, mulai dari hukuman penjara 5 tahun hingga seumur hidup,” tegas Kapolres Zaki.
Jasad bayi ini pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari bambu di bantaran sungai, Kamis (12/6/2025), sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat mencium bau menyengat, warga itu pun mendekat dan menemukan sosok bayi laki-laki terbungkus plastik mengapung di permukaan air.
Kepolisian yang menerima laporan segera mengevakuasi jasad bayi ke RSUD Adjidarmo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari sinilah kasus memilukan ini mulai terkuak.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan pentingnya edukasi seksual, perlindungan remaja perempuan, dan kesadaran keluarga dalam menghadapi krisis sosial. Mari jaga anak-anak kita, sebelum tragedi serupa terulang. (*/Sahrul).