Warga Citeras dan Maja Lebak Tolak Jalur Dialihkan: Beban Baru, Bukan Solusi

 

LEBAK – Rencana uji coba pengalihan jalur kendaraan berat dari Tanjakan Bang Arum ke jalan perkampungan warga Desa Citeras dan Desa Sindangmulya menuai penolakan keras dari masyarakat setempat.

Warga menilai, kebijakan ini bukan solusi, justru memindahkan potensi bahaya ke lingkungan mereka.

Warga dua desa yang dilintasi jalur alternatif tersebut menilai keputusan itu dapat menimbulkan kerusakan infrastruktur serta risiko kecelakaan yang sama, bahkan lebih besar.

Apalagi, jalan desa tidak dirancang untuk menampung kendaraan bertonase tinggi.

“Kami bukannya menolak keselamatan di tanjakan sana, tapi jangan sampai keselamatan kami di sini dikorbankan. Jalan desa ini bukan untuk truk-truk besar,” kata Mochamad Afrizal, warga setempat kepada Fakta Banten, Kamis (19/6/2025).

Ia mengungkapkan, pemerintah dan instansi terkait seharusnya tidak hanya fokus pada pengalihan jalur, namun mengevaluasi kelayakan kendaraan itu sendiri.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeriksaan KIR sebagai indikator apakah kendaraan berat tersebut layak melintas di jalur manapun.

“Coba cek kendaraan-kendaraan berat itu, apakah semua sudah uji KIR? Kalau tidak, mau dialihkan ke mana pun tetap berbahaya,” tegasnya.

Sejumlah warga berharap Satlantas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak segera mengkaji ulang uji coba tersebut dan melibatkan warga terdampak dalam pengambilan keputusan, agar solusi yang diambil tidak justru memindahkan masalah dari satu titik ke titik lain. (*/Sahrul).

CiterasDishub LebakMajatruk besar
Comments (0)
Add Comment