LEBAK – Gelombang protes warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, pecah pada Senin (9/2/2026).
Ratusan masyarakat mendatangi kantor desa untuk menyuarakan penolakan terhadap pembangunan gerai Koperasi Merah Putih yang dinilai bermasalah karena diduga bergeser hingga menyentuh area pemakaman umum.
Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan warga terhadap proses pembangunan yang disebut-sebut tidak melalui musyawarah bersama masyarakat, khususnya tokoh dari Kampung Cikadu dan Kampung Cilajim.
Salah satu tokoh masyarakat, TB Nurdin, menyampaikan bahwa warga sebenarnya tidak menolak program koperasi tersebut.
Namun, mereka keberatan jika pembangunan dilakukan di lokasi yang bersinggungan dengan kuburan warga.
“Kami bukan menolak koperasi. Kami mendukung program yang bertujuan untuk kemajuan ekonomi desa. Tapi ketika lokasi pembangunan diduga menyentuh area makam, tentu itu menjadi persoalan yang sangat sensitif bagi kami,” ujar TB Nurdin, Kamis (12/2/2026).
Menurut penjelasan warga, rencana awal pembangunan disebut berada di sisi selatan lahan yang berbatasan dengan pemakaman umum yang digunakan warga Kampung Cilajim dan Kampung Cikadu.
Namun dalam proses pengerjaan, alat berat justru melakukan penggalian ke arah utara yang di lokasi tersebut terdapat makam.
Kondisi ini memicu kekecewaan karena dinilai tidak ada pemberitahuan atau musyawarah ulang sebelum pengerjaan dimulai.
TB Nurdin menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata soal pembangunan fisik, melainkan soal penghormatan terhadap nilai sosial dan adat masyarakat setempat.
“Kuburan sesepuh kami adalah bagian dari harga diri dan sejarah keluarga kami. Kami hanya ingin didengar. Kalau memang bisa digeser sedikit ke selatan seperti rencana awal, kenapa tidak dibicarakan bersama,” katanya.
Dalam aksi tersebut, warga meminta agar pemerintah desa membuka ruang dialog secara terbuka dan mempertimbangkan penyesuaian titik pembangunan agar tidak menyentuh area makam.
Mereka berharap persoalan ini bisa diselesaikan melalui musyawarah tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. (*/Sahrul).