LEBAK – Harapan warga di hunian sementara (huntara) Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, untuk bertatap muka langsung dengan Gubernur Banten, Andra Soni, sementara harus tertunda.
Meski demikian, bantuan logistik dan layanan sosial yang dijanjikan tetap tersalurkan sesuai jadwal.
Sejak pagi kemarin, Senin (26/5/2025), warga terlihat telah mempersiapkan penyambutan, mulai dari memasang tenda hingga mendirikan dapur umum.
Mereka sempat menerima informasi bahwa Gubernur akan menyapa langsung para penyintas bencana yang telah bertahan selama lima tahun di hunian sementara itu.
“Sebenarnya kami hanya ingin menyampaikan langsung kondisi kami di sini, tapi ya mungkin belum rezeki hari ini,” ujar Arnita, salah satu warga huntara kepada Fakta Banten, Selasa (27/5/2025).
“Kami tetap berharap perhatian dari pemerintah provinsi bisa terus berlanjut,” sambungnya.
Rencana awal kunjungan Andra Soni mencakup penyaluran bantuan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta program dukungan psikososial untuk anak-anak.
Namun, mendekati waktu yang dijadwalkan, pihak pemerintah menyampaikan bahwa Andra Soni tengah menghadiri agenda peresmian RSUD Cilograng, sehingga kunjungan ke Cigobang harus dijadwalkan ulang.
Menurut Zainal Abidin, Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinsos Banten, kunjungan Gubernur bukan dibatalkan, melainkan hanya ditunda karena padatnya agenda di wilayah selatan Banten.
“Bapak Gubernur tetap berkomitmen datang langsung. Insyaallah, beliau akan hadir pada Kamis, 29 Mei mendatang,” terang Zainal.
Meski tanpa kehadiran Gubernur, kegiatan sosial tetap berjalan. Dinas Sosial Provinsi Banten bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan relawan lokal menyalurkan berbagai bantuan, termasuk sembako, perlengkapan kebersihan, selimut, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Zainal juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
“Penanganan huntara ini butuh kolaborasi semua pihak, tidak bisa sendiri-sendiri. Kami terus koordinasi dengan Pemkab Lebak untuk memastikan penyintas mendapatkan hunian yang layak,” ucapnya. (*/Sahrul).