Warga Lebak Keluhkan Penghapusan Nomor Kursi Kereta Api Rangkasbitung-Merak

 

LEBAK– Sejumlah warga di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kebijakan baru terkait penghapusan nomor kursi pada layanan Kereta Api (KA) Rangkasbitung-Merak.

Keputusan ini dinilai menyulitkan penumpang, terutama saat jam sibuk, karena mereka harus berebut tempat duduk dan sering kali terpaksa berdiri sepanjang perjalanan.

Sebelumnya, penumpang bisa menikmati perjalanan dengan lebih nyaman karena nomor kursi yang ditentukan dalam tiket memastikan mereka mendapatkan tempat duduk.

Namun, setelah kebijakan ini diterapkan, suasana di dalam kereta menjadi lebih tidak kondusif, dengan penumpang yang berlomba mencari tempat begitu memasuki gerbong.

“Dulu ada nomor kursi, jadi kita bisa duduk sesuai tiket. Sekarang, kalau naik di stasiun yang ramai, seperti Rangkasbitung atau Cikoya, harus siap berdiri sampai Merak,” ujar Ari, seorang penumpang yang rutin menggunakan KA tersebut untuk kuliah di Serang, Senin (17/2/2025).

Dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan pekerja atau mahasiswa, tetapi juga kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Banyak dari mereka yang terpaksa berdiri karena kursi sudah penuh saat mereka naik.

“Saya melihat anak kecil, yang tidak kebagian duduk. Bahkan, ada yang harus gendong selama perjalanan hampir dua jam. Itu pasti sangat melelahkan,” ucap Nevi.

Situasi ini juga berisiko bagi penumpang lansia yang kesulitan berdiri dalam waktu lama.

Beberapa dari mereka harus mengandalkan kepedulian penumpang lain yang bersedia memberikan tempat duduk.

Menanggapi keluhan tersebut, warga berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Kalau alasan penghapusan nomor kursi untuk efisiensi, harusnya tetap ada solusi agar penumpang tidak dirugikan. Setidaknya ada prioritas bagi lansia dan ibu dengan anak kecil,” tambah Dedi.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KAI mengenai kemungkinan revisi kebijakan ini. Namun, desakan dari warga terus bermunculan agar sistem nomor kursi bisa kembali diberlakukan demi kenyamanan bersama.

Dengan kondisi saat ini, perjalanan menggunakan KA Rangkasbitung-Merak kini lebih menantang, bukan hanya karena kepadatan penumpang, tetapi juga karena kenyamanan yang semakin berkurang. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment