LEBAK – Warga Perumahan Ona Regency, Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, membuktikan kekuatan gotong royong saat harapan pada pengembang tinggal nama.
Sejak ditempati pada 2019, jalan lingkungan yang seharusnya menjadi fasilitas utama justru dibiarkan dalam kondisi rusak parah hingga kini.
Alih-alih menikmati hunian nyaman, warga justru harus menghadapi fakta pahit, infrastruktur dasar seperti jalan tak kunjung dibangun.
Akibatnya, mereka terpaksa merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan lingkungan dengan cara patungan.
“Kami seperti ditelantarkan. Jalan masih berupa batu kerikil tajam, licin saat hujan, dan sudah banyak yang jatuh karena tergelincir. Padahal cicilan rumah ke BTN harus tetap lancar,” keluh salah satu warga, yang meminta namanya disamarkan kepada Fakta Banten, Selasa (13/5/2025).
Tak hanya jalan, sederet persoalan lain juga membayangi. Mulai dari fasilitas umum (Fasum) yang tak pernah dibangun, hingga konflik lahan yang muncul diduga akibat kabarnya pengembang belum melunasi pembayaran ke pemilik tanah.
Beberapa warga bahkan mengaku sering didatangi pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
“Kami bingung harus mengadu ke siapa. Pengembang diduga menghilang, pemerintah belum tampak. Kami terjepit,” ujar warga lainnya.
Namun, keterbatasan tak membuat warga menyerah. Pada 2024 lalu, mereka juga secara swadaya membangun sebuah musala untuk tempat ibadah bersama.
Semuanya dilakukan tanpa bantuan pihak pengembang ataupun pemerintah.
Bahkan, saat longsor melanda kawasan pada 2021 dan menimpa lima rumah, warga patungan menyewa ekskavator untuk membantu evakuasi material longsoran.
“Semua dilakukan dengan kekompakan. Kalau bukan kami yang bergerak, siapa lagi?” kata warga yang ikut dalam tim gotong royong.
Kini, satu harapan yang tersisa adalah perhatian dari pemerintah daerah. Mereka berharap Pemkab Lebak segera turun tangan menyelesaikan permasalahan infrastruktur dan status perumahan yang tak jelas ujungnya itu.
“Kami tidak menuntut lebih. Kami hanya ingin hidup layak di rumah yang kami bayar secara sah. Negara seharusnya hadir di tengah ketidakadilan seperti ini,” tutup warga dengan mata berkaca-kaca. (*/Sahrul).