LEBAK– Tak hanya dikenal dengan alamnya yang memesona, Kabupaten Lebak di Provinsi Banten juga menyimpan warisan sejarah yang kaya dan layak dijelajahi.
Di tahun 2025, destinasi-destinasi wisata sejarah di Lebak menjadi pilihan menarik bagi pelancong yang ingin mengenal lebih dalam jejak budaya dan perjuangan masa lampau.
Berikut rekomendasi wisata sejarah paling ikonik di Lebak yang wajib masuk daftar kunjungan Anda:
1. Museum Multatuli
Berada di pusat Kota Rangkasbitung, museum ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang mengangkat kisah perjuangan tokoh antikolonial, Eduard Douwes Dekker alias Multatuli.
Koleksi di dalamnya mengungkap kisah nyata tentang penindasan di era Hindia Belanda yang kemudian dituangkan dalam novel legendaris Max Havelaar.
2. Menara Air Rangkasbitung (Water Toren)
Dibangun tahun 1931, bangunan peninggalan kolonial ini dulunya merupakan pusat distribusi air bersih di wilayah Rangkasbitung.
Kini, menara air tersebut berdiri megah sebagai salah satu ikon heritage kota, dan sering dijadikan lokasi fotografi.
3. Stasiun Tua Rangkasbitung & Kawasan Kolonial VOC
Stasiun ini bukan sekadar tempat pemberhentian kereta, tapi juga saksi bisu masa penjajahan Belanda.
Di sekitarnya masih ditemukan bangunan lama bekas pabrik dan gudang milik perusahaan dagang VOC.
4. Situs Megalitik Cibedug
Berada di kawasan Citorek, Lebak Selatan, situs ini berisi struktur batu berundak yang diyakini sebagai tempat pemujaan masyarakat prasejarah.
Susunan batunya menyerupai miniatur candi, menjadikan tempat ini sangat unik dan mistis.
5. Kampung Adat Baduy
Berjarak sekitar dua jam dari pusat kota, Kampung Baduy menawarkan pengalaman wisata sejarah hidup.
Komunitas ini mempertahankan adat dan gaya hidup tradisional secara ketat, tanpa listrik, kendaraan, atau teknologi modern.
Lebak bukan hanya perhentian singkat menuju destinasi lain, tapi destinasi itu sendiri dengan sejarah yang hidup, budaya yang kuat, dan cerita yang terus berkembang.
Menyusuri tapak sejarah di Lebak adalah cara merasakan Indonesia dengan sudut pandang berbeda. (*/Sahrul).