118 Hotel Disiapkan untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Semua Akomodasi Dekat Masjid Nabawi

 

MADINAH – Sebanyak 118 hotel di kawasan strategis Markaziyah, Madinah, disiapkan untuk melayani jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

Seluruh akomodasi berada di dalam area Ring Road dengan jarak rata-rata sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi, sehingga memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Zaenal Muttaqin, menjelaskan bahwa ratusan hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama yang dikoordinasikan oleh lima sektor.

“Kawasan Markaziyah dibagi menjadi tiga wilayah yakni kawasan Syamaliah, Ghorbiah dan Janubiah,” katanya, Senin (20/4/2026).

Ia merinci, kawasan Syamaliah meliputi Sektor 1 dengan 22 hotel dan Sektor 2 sebanyak 23 hotel. Sementara kawasan Ghorbiah dikelola Sektor 3 dengan 24 hotel dan Sektor 4 sebanyak 26 hotel. Adapun kawasan Janubiah dikoordinasikan Sektor 5 dengan 22 hotel.

“Kawasan ini menjadi incaran hampir semua negara. Alhamdulillah, Indonesia berhasil mendapatkan lokasi tersebut sehingga jaraknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi,” ujar Zaenal.

Menurutnya, lokasi hotel jemaah Indonesia tahun ini tergolong istimewa. Jarak terdekat hanya 50 meter dari batas tembok Masjid Nabawi, sedangkan jarak terjauh sekitar 700 meter. Namun secara rata-rata, jarak hotel hanya berkisar 500 meter dari masjid.

Kedekatan lokasi ini memberikan kemudahan bagi jemaah untuk menjalankan ibadah sunah, termasuk melaksanakan Arba’in atau salat berjamaah 40 waktu berturut-turut selama sembilan hari masa tinggal di Madinah.

Meski demikian, Zaenal menyampaikan adanya penyesuaian dalam pengaturan kamar karena perbedaan kapasitas tiap hotel. Hal itu berpotensi membuat jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) terpisah di hotel berbeda.

“Kami berupaya agar meskipun terpaksa pisah hotel, jemaah tetap dalam satu regu atau rombongan dan lokasinya berdekatan. Ini dilakukan agar tidak ada sisa kamar yang kosong, karena bisa menimbulkan kerugian negara. Kami mohon kearifan jemaah untuk memahami kondisi ini,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, layanan akomodasi dinilai cukup memadai. Zaenal menyebutkan sebagian jemaah reguler berpotensi mendapatkan fasilitas setara hotel bintang empat hingga bintang lima, karena terdapat hotel dengan stratifikasi di atas bintang tiga yang juga ditempati jemaah reguler.

Untuk kapasitas kamar, setiap unit diisi tiga hingga lima orang jemaah sesuai jumlah tempat tidur. Kondisi kamar, kasur, serta kamar mandi dipastikan memenuhi standar kenyamanan dan kelayakan.

Selain itu, layanan yang diberikan juga setara, mencakup hotel, konsumsi, transportasi, hingga agenda ziarah.

“Intinya, layanan akomodasi ini sangat vital. Kami ingin jemaah merasa nyaman namun tetap fokus pada tujuan utama, yakni beribadah,” pungkasnya. (*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment