JAKARTA-Kementerian Haji (Kemenhaj) mengungkapkan sekitar 162 ribuan visa jamaah haji tengah diproses dan menargetkan dokumen izin resmi dari negara Arab Saudi itu rampung bulan Maret 2026.
“Sudah berproses sekitar 162 ribuan, tersisa tinggal sekitar 40 ribuan lebih dan visa yang sudah dicetak itu dikurangi 57 ribuan. Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan, dalam akun Instagram kemenhaj.ri, Jumat (27/2/2026).
Ian mengungkapkan, terdapat tantangan berupa hal-hal teknis dan proses pemaketan saat memproses visa ribuan jemaah tersebut.
“Tantangan konektivitas dengan Saudi, dan juga proses tentang kaitan masalah dengan akomodasi. Karena selama ini memang pemaketan layanan berkaitan erat dengan bagaimana jemaah haji agar bisa dipastikan menempati kamar hotel yang sudah kita sewa,” jelasnya.
Kendala pemvisaan juga terdapat dari sisi jemaah, salah satunya kendala yang terkadang muncul berupa jemaah yang tiba-tiba ingin pindah kloter atau mutasi.
“Dan itu sudah kita batasi dua Minggu sebelum sekarang ini, sudah tutup karena apabila itu terjadi, maka akan merubah komposisi secara keseluruhan,” ujarnya.
Di tahap ini juga, terdapat kendala di mana para petugas haji harus berkerja bahkan hingga 24 jam saat bulan Ramadan.
Namun Ian menjadikan kendala ini hanya sebagai tantangan, dimana para petugas langsung dipantau olehnya. Hal ini dilakukan agar target pemvisaan sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Kalau dibilang tantangan tidak terlalu, bahkan mungkin anak-anak malah senang. Jadi anak-anak malam habis Qiyamu Lail langsung dilanjutkan kerja,” kata dia.
“Saya temenin sampai jam 04.00 pagi sampai selesai, sampai sahur. Wajah-wajah mereka ceria, semangat semua untuk melayani semua jamaah haji,” sambungnya.
Adapun untuk target rampung, sesuai dengan time line, proses pemvisaan dilakukan pada tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah atau 20 Maret 2026.
“Kita berharap bahwa satu minggu sebelum Idulfitri khususnya di akhir Februari dan paling lambat mungkin sekitar awal Maret, semua proses sudah clean, sehingga kita lebih enak lagi untuk mengerjakan tugas yang lain,” tutupnya. (*/Ajo)