JAKARTA — Sebanyak 5.250 massa dari sejumlah kelompok dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik Jakarta pada Kamis (24/9/2026).
Titik aksi tersebar mulai dari kawasan Monas, Gedung DPR MPR RI, Patung Sudirman hingga Bundaran HI.
Berdasarkan rencana aksi yang diterima, konsentrasi massa terbesar berada di kawasan Patung Sudirman dengan estimasi 3.000 orang. Massa tersebut berasal dari KBPBI dan sejumlah organisasi yang tergabung di dalamnya.
Sementara di kawasan Monas, terdapat tiga kelompok yang dijadwalkan menggelar aksi dengan total sekitar 1.850 massa.
JSKK diperkirakan membawa 200 orang dengan Universitas Kristen Indonesia Atma Jaya sebagai salah satu kelompok yang tergabung.
Kemudian ATUR JAKARTA diperkirakan mengerahkan sekitar 1.350 massa. Sejumlah kelompok yang tercantum dalam aliansi tersebut antara lain AGRA, GMNI Jakarta Barat, GMNI Jakarta Selatan, warga Kebun Sayur, Batalyon Kuwini 08, Kebon Pala Jakarta Timur, Rawa Badung, Kalimati, Kali Angke, Penjaringan, Rawa Indah, Front Timur, KASBI, dan HMI.
Selain itu, KNARA juga dijadwalkan melakukan aksi dengan estimasi 300 massa. Kelompok tersebut memiliki titik kumpul di TVRI dan dijadwalkan bergerak ke Monas serta DPR/MPR RI.
Di kawasan Bundaran HI, AMARA dengan sekitar 100 massa juga dijadwalkan menggelar aksi. Kelompok tersebut tercatat melibatkan HMI Cilosari.
Secara keseluruhan, estimasi massa di empat titik aksi mencapai 5.250 orang, terdiri dari 1.850 massa di Monas, 300 massa di DPR/MPR RI, 3.000 massa di Patung Sudirman, dan 100 massa di Bundaran HI.
Di tengah rencana aksi tersebut, Polda Metro Jaya mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Melalui akun Instagram TMC Polda Metro Jaya, kepolisian menginformasikan adanya kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Gedung DPR/MPR RI, dan Monas.
Informasi tersebut berlaku mulai Kamis (24/9/2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai. Polda memprediksi adanya kepadatan arus lalu lintas dan kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas di lokasi kegiatan.
“Arus lalu lintas akan diatur secara situasional,” demikian informasi TMC Polda Metro Jaya dalam unggahan media sosialnya, dikutip pada Kamis (24/9/2026).
Masyarakat yang akan melintas di kawasan tersebut diimbau menggunakan rute alternatif, mengatur waktu perjalanan, serta mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan.
Untuk masyarakat yang hendak menuju kawasan Slipi dan Tomang dari arah Simpang Semanggi, TMC Polda Metro Jaya menyarankan rute melalui Jalan Sudirman, Jalan Benhil, Jalan Pejompongan, hingga Jalan Letjen S. Parman.
Sementara dari Jalan Gatot Subroto, pengguna jalan dapat melalui Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, Jalan Tentara Pelajar, kemudian menuju Jalan Letjen S. Parman.
Adapun masyarakat yang menuju kawasan Monas dari Jakarta Barat dapat menggunakan rute Jalan Tomang Raya, Jalan Suryopranoto, TL Harmoni, kemudian menuju Monas.
Dari Jakarta Selatan, rute alternatif yang disarankan yakni Jalan Tendean, Jalan HR Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, Tugu Tani, hingga Monas.
Sedangkan dari Jakarta Timur, pengguna jalan dapat melalui Jalan Jatinegara, Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, kemudian menuju kawasan Monas.
Polda Metro Jaya juga sebelumnya menyampaikan kesiapan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi dampak kegiatan penyampaian pendapat di sejumlah kawasan Jakarta.
Dengan adanya rencana aksi dan potensi kepadatan tersebut, masyarakat yang tidak memiliki keperluan di sekitar titik kegiatan diimbau mempertimbangkan rute dan waktu perjalanan pada Kamis (24/9/2026). ***