Aktivis Perempuan Nilai Pesan Persatuan Sufmi Dasco Relevan untuk Penguatan Nilai Pancasila

 

JAKARTA– Pesan tentang pentingnya persatuan nasional yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan aktivis.

Spirit persatuan yang disampaikan dinilai relevan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika politik dan tantangan global yang terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan dalam forum peluncuran buku “Politik, Keadilan Sosial dan Kemandirian Bangsa” karya Syahganda Nainggolan yang digelar di Institut Teknologi Bandung pada 5 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog akademik yang menghadirkan beragam kalangan, mulai dari akademisi, aktivis, hingga tokoh publik untuk membahas isu demokrasi, pembangunan nasional, serta tantangan global.

Dalam pidato penutupnya, Sufmi Dasco Ahmad menekankan pentingnya menjaga persatuan masyarakat sipil sebagai fondasi keberhasilan agenda pembangunan nasional.

Ia juga mengajak masyarakat memberikan ruang bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan program strategis negara.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya berapa lama pemerintah membuktikan kinerjanya, tetapi bagaimana masyarakat dapat menjaga persatuan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, aktivis perempuan sekaligus mahasiswa pascasarjana komunikasi politik, Ratu Nisya Yulianti, menilai pesan yang disampaikan merupakan bentuk komunikasi politik yang menekankan pentingnya konsolidasi nasional.

“Spirit yang disampaikan Pak Dasco menurut saya adalah pengingat bahwa bangsa ini membutuhkan kohesi sosial yang kuat. Dalam perspektif komunikasi politik, pesan itu merupakan bentuk nation-building discourse yang menekankan solidaritas kolektif untuk menjaga stabilitas nasional,” ujar Ratu Nisya.

Ia menilai dalam situasi global yang penuh ketidakpastian mulai dari dinamika geopolitik hingga tantangan ekonomi dunia persatuan nasional menjadi salah satu syarat penting bagi keberhasilan kebijakan pemerintah.

Ratu Nisya juga mengajak generasi muda, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk membuka ruang dialog yang konstruktif sekaligus memberikan kesempatan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, visi pembangunan yang dirumuskan dalam konsep Asta Cita membutuhkan stabilitas politik serta dukungan sosial agar dapat diimplementasikan secara efektif.

“Pemuda sebagai agen perubahan harus memiliki kedewasaan politik untuk melihat kebijakan secara objektif. Kritik tetap penting dalam demokrasi, tetapi harus disertai semangat menjaga persatuan bangsa,” jelasnya.

Ia juga menilai forum akademik seperti peluncuran buku di Institut Teknologi Bandung menjadi contoh penting bagaimana ruang diskusi intelektual dapat mempertemukan berbagai gagasan politik secara terbuka namun tetap dalam koridor kebangsaan.

Menurut Ratu Nisya, menjaga persatuan nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Komunikasi politik yang menekankan solidaritas kebangsaan dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas negara di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Pesan persatuan tersebut selaras dengan nilai Pancasila. Pembangunan nasional hanya dapat berjalan optimal jika seluruh elemen bangsa mampu menghindari polarisasi yang berlebihan dan tetap menjaga semangat kebersamaan,” pungkasnya. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment