Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% di Kuartal III-2025, Ini Kata Peneliti GREAT Institute

 

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04% di kuartal III 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan III-2025, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun, naik dari Rp3.279,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan III-2025 atas dasar harga berlaku (ADHB) Rp6.060,0 triliun, kemudian atas dasar harga konstan (ADHK) RpRp3.444,8 triliun,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat memproyeksikan bahwa ekonomi kuartal III 2025 akan mengalami perlambatan. Meski begitu, angkanya masih berada di kisaran 5%.

Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2025 sedikit melemah, antara lain karena aksi demonstrasi besar-besaran yang sempat terjadi pada Agustus 2025. Meski demikian, ia optimistis ekonomi masih berada pada level 5%.

“Sedikit di atas 5% lah (pertumbuhan ekonomi kuartal III). Mungkin lebih rendah dari kuartal II, saya nggak tahu, tapi kelihatannya sedikit lebih rendah karena ada ribut-ribut,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Sejurus dengan hal tersebut, Peneliti ekonomi GREAT Institute, Perdana Wahyu Santosa, pertumbuhan ini didorong oleh belanja pemerintah yang mulai digencarkan di akhir tahun.

“Pertumbuhan 5,04% di topang oleh belanja pemerintah yang mulai digencarkan di akhir tahun,” kata Perdana dalam keterangan resminya, Rabu (5/11/2025).

Perdana menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi 5,04% ini cukup baik, mengingat tantangan ekonomi global yang masih tidak pasti.

“Pertumbuhan ekonomi 5,04 % ini sudah bagus, apalagi menteri keuangan Purbaya Yudi Sadewa baru menjabat dua bulan, tentu ini menjadi modal baik,” tambahnya.

Perdana juga melihat kinerja manufaktur sebagai salah satu pilar ketahanan ekonomi di kuartal III, namun dengan satu catatan.

“Sektor manufaktur kita terbukti cukup solid, tetap ekspansif di atas 50 sepanjang dalam tiga bulan terakhir. Ini adalah fondasi yang penting,” kata Perdana Wahyu Santosa.

“Permintaan domestik masih menjadi faktor utama yang menjaga sektor manufaktur dalam fase ekspansi. Ini penting untuk dijaga di tengah ketidakpastian global agar target pertumbuhan di Kuartal IV dapat lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan proyeksi beberapa lembaga lain. Danamon memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02%, sementara Bloomberg memproyeksikan sebesar 4,8%.

Perdana yang juga adalah Dekan Fakultas Ekonomi Universitas YARSI menekankan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi sedikit menurun, namun masih berada di angka 5%, perlu menjadi perhatian agar di tahun depan pertumbuhan bisa lebih baik lagi.

“Dengan demikian, walau pertumbuhan menurun sedikit masih di angka 5%, ini perlu menjadi perhatian agar di kuartal IV 2025 pertumbuhan bisa lebih baik lagi, bisa sesuai dengan proyeksi Purbaya, sebesar 5,5%. ” tutup Perdana.***

Comments (0)
Add Comment