Dalam pengamatan di lapangan, seusai insiden itu terjadi kandidat yang lolos pada putaran berikutnya memang langsung digiring oleh kelompok masing-masing.
Dalam putaran pertama itu, sudah mengerucut pada sekitar empat nama. Mereka sebenarnya bisa melanjutkan pada putaran kedua pemilihan.
Namun, ditengah-tengah proses itu, ketiga kandidat menyerahkan suaranya pada Raihan Ariatama. Praktis, Raihan keluar sebagai figur formatur atau ketua umum PB HMI.
“Saya agak shock sedikit, mungkin karena prosesnya cukup panjang dan melelahkan,” kata Raihan saat ditemui seusai sidang pleno empat.
Untuk diketahui, Kongres HMI di Surabaya telah berlangsung sejak 17 Maret lalu. Kongres tersebut jika dilihat dari rencana sebelumnya, sudah terhitung molor selama beberapa hari.
Sebab, seharusnya kongres itu tuntas pada 22 Maret. Namun, ternyata berlanjut hingga 25 Maret.
Berikut ini profil dan biodata Raihan Ariatama:
- Mahasiswa UGM
Raihan Ariatama adalah kader HMI dari Universitas Gadjah Mada.
Ia satu kampus dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Di Kampus Bulaksumur ini, Ia menempuh studi S1 di Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (2011-2016).
Kemudian melanjutkan studi S2 di Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) UGM, Konsentrasi Perencanaan Pembangunan Daerah (2017-2019).
- Asal Bukittinggi
Dikutip dari website pribadinya, Raihan Ariatama lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 25 Desember 1992.
Ia menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman.
Jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ditempuhnya di kota tempat kelahiran tokoh pendiri Republik Indonesia Mohammad Hatta ini.
Setelah lulus dari SMA, laiknya orang Minang pada umumnya yang suka merantau, Raihan merantau ke Pulau Jawa untuk menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
- Aktif diberbagai organisasi
Tidak hanya sukses secara akademik, selama kuliah, alumni SMAN 4 Kota Bukittinggi ini juga menggembleng diri dengan aktif di pelbagai organisasi, baik organisasi intra kampus maupun ekstra kampus.
Ia percaya bahwa berorganisasi mampu mengasah kepekaannya kepada persoalan-persoalan di sekitar, entah itu persoalan sosial, politik, kesenjangan ekonomi dan lingkungan.
Beberapa organisasi telah ia geluti dan terlibat aktif di dalamnya, antara lain:
Level intra kampus
Raihan terlibat aktif di Jamah Muslim Fisipol (JMF) UGM (2011-2012),
Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan (KOMAP) UGM (2011-2012),
Partai Mahasiswa (Boulevard Party) sebagai Ketua Umum (2013-2015), dan
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM sebagai Menteri Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PSDM) (2014);
Level ekstra kampus
Rayhan aktif di Forum Komunikasi Mahasiswa Minang (FORKOMMI-UGM) sebagai Ketua Umum (2013-2014) dan berproses di Himpunan Mahasiswa Islam.
Di HMI, Raihan berproses mulai dari tingkatan komisariat, cabang hingga pengurus besar, yakni:
- Sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Komisariat Fisipol UGM (2013-2014)
- Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Bulaksumur Sleman (2015-2016),
- Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur Sleman (2016-2017), dan
- Fungsionaris PB HMI (2018-sekarang).
Tidak hanya di ranah struktural, ia juga telah melaksanakan jenjang perkaderan HMI mulai dari Latihan Kader I, Latihan Kader II, Senior Course, hingga Latihan Kader III.
Selain itu, Raihan juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.
Pada ranah profesional, Raihan pernah bekerja sebagai peneliti di Institute for Democracy and Welfarism (IDW) (2018-2019) dan Pandiva Niaga (2019).