MAKKAH – Memasuki musim haji 1447 H atau 2026 M, otoritas keamanan Arab Saudi diketahui semakin memperketat sistem keamanan.
Terutama pemeriksaan terhadap dokumen identitas para warga pendatang dari luar Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya pendatang ilegal, sehingga mengganggu penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci.
Dokumen penting seperti Kartu Nusuk, visa, dan paspor diminta harus selalu melekat pada jemaah.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (23/4/2026), pihak keamanan Arab Saudi selalu melakukan pemeriksaan acak (random checking) terhadap para jemaah yang berada di kawasan strategis sekitar Masjidil Haram.
Petugas saat itu terlihat menyasar kepada jemaah yang ada di terminal Jabal Alka’bah maupun di jalan-jalan menuju Masjidil Haram.
Petugas keamanan menanyakan kepemilikan Kartu Nusuk maupun visa haji yang sah untuk memastikan legalitas keberadaan jemaah di area ibadah.
Menanggapi hal ini, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Ihsan Faisal, mengimbau seluruh jemaah haji asal Indonesia untuk senantiasa disiplin membawa dokumen resmi selama beraktivitas di luar penginapan.
Kartu ini berfungsi untuk membedakan antara jamaah resmi dan ilegal, serta memuat informasi seperti nama, foto, tempat dan tanggal lahir.
Kartu Nusuk juga akan menjadi penunjuk lokasi penginapan, dan data penting lainnya milik jemaah.
“Kartu nusuk yang dimiliki oleh seluruh jamaah itu harus dibawa ke mana-mana ya terutama beraktivitas di luar hotel ya atau di tempat ibadah seperti di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi karena itu akan menjadi syarat utama ya masuk atau menjadi akses ya syarat akses utama,” tegas Ihsan.
Untuk musim haji 2026, distribusi Kartu Nusuk dilakukan lebih awal di embarkasi masing-masing sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci.
Proses pemberian dan aktivasi kartu dilakukan oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.
“Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen bahwa para jemaah Haji yang akan berangkat itu sudah mendapatkan kartu nusuk dan itu diberikan di embarkasi masing-masing bahkan sudah diaktivasi,” tambah Ihsan. (*/Red)