MAKKAH – Daging kurban dari pembayaran Dam jemaah haji Indonesia tahun ini akan disalurkan ke Palestina. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, dari total 126.832 hewan Dam yang dibayar jemaah Indonesia, sebagian besar akan dikemas dan didistribusikan ke wilayah konflik melalui kerja sama dengan Adahi dan pemerintah Arab Saudi.
“Kami meminta supaya daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina, sesuai dengan permintaan dari Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo Subianto,” katanya di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Penyaluran daging kurban ini menjadi bagian dari rekor pembayaran Dam resmi jemaah Indonesia tahun 2026. Jumlah 126.832 hadyu naik drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 10 ribu.
Lonjakan terjadi setelah Kemenhaj menertibkan sistem pembayaran dan menutup celah transaksi ilegal. Dari total itu, 90.956 hewan disembelih di Tanah Suci, sementara 32.691 lainnya dipotong di Indonesia melalui lembaga terpercaya pilihan jemaah.
Proses penyembelihan di Makkah dijadwalkan mulai 10 Dzulhijjah atau 27 Mei 2026. Jemaah tidak perlu khawatir soal status pelaksanaan Dam, karena sistem digital melalui aplikasi Nusuk akan mengirimkan notifikasi otomatis saat hewan kurban sudah dibayar dan disembelih.
“Dari notifikasi ketika jemaah membayar, di HP para jemaah di aplikasi Nusuknya nanti kelihatan bahwasanya hewan kurban mereka sudah dibayarkan dan dipotong,” jelas Dahnil.
Dahnil menyebut, distribusi ke Palestina merupakan nilai tambah dari sistem penyelenggaraan haji yang kini lebih tertib dan transparan.
Selain memenuhi kewajiban ibadah, daging kurban jemaah Indonesia diharapkan bisa meringankan beban warga Palestina yang terdampak konflik. (*/Red/MCH-2026)